Minsel-Lambatnya pelayanan pembuatan SKCK di Polres Minahasa Selatan menuai sorotan dari beberapa calon pembuat SKCK baik dari kalangan pelajar dan kalangan umum lainnya.
Selain lambatnya pelayanan, oknum petugas pun terkesan tidak santun dalam Melayani serta mengedukasi para pembuat SKCK.
Salah satu ibu yang mendampingi anaknya saat membuat SKCK yang tidak mau namanya di sebut (red) saat ditemui di pelataran parkiran polres Minsel mengatakan bahwa dia menunggu anaknya dari jam 10 tapi sampai jam 1 siang belum selesai.
“Ia beberapa oknum petugas terlihat lambat kendati ada berapa petugas dan yang lain terlihat hanya asyik dengan HP mereka kendati saya dan anak saya sudah berjam-jam menunggu,” Ucapnya.
- Serahkan Bantuan Hewan Kurban untuk Wartawan Muslim, Hut Kamrin: Terima Kasih AA-RS
- PLN UID Suluttenggo Sukses Jaga Keandalan Pasokan Listrik Tanpa Kedip Selama Perayaan Idul Adha 1447 H
- Ketua DPRD Sulut Andi Silangen Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H : Memaknai Momen Sebagai Sebagai Ajang Meningkatkan Keikhlasan Dan Pengorbanan
Pantauan wartawan media ini di loket pembuatan SKCK terlihat 3 petugas wanita dan 1 petugas pria.
Saat ditanya terkait lambatnya pelayanan salah satu oknum petugas yang berseragam putih menjawab dengan kata-kata yang tidak ramah dan terkesan ente g-enteng saja dengan gaya super cuek.
“Komputer yang kami pakai tidak cukup jadi pelayanan kami agak lambat”, Ujarnya.
Kendati terlihat diloket SKCK tersebut ada 2 unit Komputer (laptop) yang sementara beroperasi sedangkan yang 1 unit terlihat hanya dipakai untuk aktifitas media sosial.
Sementara Kasat Intel Polres Minahasa Selatan Iptu Hendra Patah saat dikonfirmasi terkait penyampaian salah satu oknum petugas bahwa peralatan di loket SKCK kurang, dibantah oleh Kasat Intel Iptu Hendra Paath bahwa peralatan yang ada cukup sehingga dapat melayani pembuatan SKCK. (Onai Mamoto)






