Raski Mokodompit,SH
Tomohon – Jelang pelaksanaan Pemilihan Walikota dan wakil Walikota Tomohon, dinamika politik di kota Tomohon mulai panas dengan keluarnya hasil survei dari lembaga survei Pusat Studi Demokrasi dan HAM (PusDeHAM) yang telah mengklaim salah satu Bakal Calon dari Partai Golkar Kota Tomohon mendapat presentase 30,4 persen melebihi dari kedua bakal calon lain yang ada di Golkar Tomohon.
Terkait hasil dari lembaga survei PusDeHAM membuat Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulut Raski Mokodompit SH,angkat bicara.
Saat dikonfirmasi oleh Wartawan media ini, Selasa (23/06/2020),Mokodompit mengatakan hasil survei tersebut bukan menjadi acuan mendapatkan SK calon dari partai yang berlambangkan pohon Beringin.
Mokodompit menjelaskan bahwa masih ada lagi survey yang akan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada bulan Juli mendatang.
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
- Resmikan Museum Negeri Provinsi Sulut, Fadli Zon Puji Kepemimpinan Gubernur Yulius Peduli Dengan Budaya Daerah
“Jadi akan ada survei terakhir dari DPP pada bulan Juli nanti sebelum dikeluarkannya surat putusan pasangan,” ujar Mokodompit.
Lanjut Mokodompit, “ Yang pasti hasil survei nanti menjadi salah satu acuan, karena kurang lebih 10 Lembaga Servei yang bekerjasama dengan DPP Partai Golkar Pusat. Termasuk Lembaga Servei Indikator, PusDeHAM dan lain-lain. Intinya DPP akan melakukan servei kembali terkait elektabilitas setiap bakal calon di beberapa kabupaten kota.” Ujar Mokodompit. (*/Oma)






