Irensya-Luky Juara Liga Pasangan GBKT 2026, Dominasi Senior Berhasil Dipatahkan

oleh -854 Dilihat

Tomohon-Putaran pertama Liga Pasangan Gabungan Bridge Kota Tomohon (GBKT) 2026 resmi berakhir dengan menghadirkan hasil mengejutkan. Pasangan muda Irensya Lendeng dan Luky Liuw sukses keluar sebagai juara setelah tampil konsisten sepanjang enam seri pertandingan yang telah berlangsung sejak Februari 2026.

Pasangan mixed atau campuran tersebut menempati posisi teratas klasemen akhir dengan raihan total 104 poin, unggul tipis atas sejumlah pasangan senior yang selama ini mendominasi kompetisi bridge di Sulawesi Utara.

Wakil Ketua GBKT Bidang Teknik, Mac Wajong, menilai keberhasilan Irensya dan Luky menjadi catatan penting dalam perkembangan bridge Tomohon.

Menurutnya, pasangan tersebut mampu menunjukkan performa stabil dan disiplin permainan yang baik selama liga berlangsung.

“Hasil ini cukup mengejutkan karena mereka mampu mengungguli beberapa pasangan senior yang memiliki pengalaman bertanding lebih banyak. Konsistensi menjadi faktor utama keberhasilan mereka,” ujar Wajong.

Persaingan menuju gelar juara berlangsung ketat hingga seri terakhir. Pasangan Glow Pangkerego dan Hany Sualang harus puas finis di posisi kedua dengan koleksi 100 poin, sedangkan posisi ketiga ditempati Alex Mangkey dan Mac Kambey dengan raihan 95 poin.

Sepanjang kompetisi, posisi puncak klasemen beberapa kali berganti. Namun penampilan impresif Irensya–Luky pada seri kelima dengan perolehan 25 poin menjadi momentum penting yang membawa mereka mengunci posisi teratas hingga akhir liga.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menunjukkan kualitas teknik bermain, tetapi juga menandai munculnya generasi baru atlet bridge Tomohon. Di tengah dominasi pemain senior yang telah lama aktif di berbagai turnamen daerah, pasangan muda ini mampu tampil tenang dan efektif dalam setiap ronde pertandingan.

Liga Pasangan GBKT 2026 sendiri dinilai menjadi salah satu kompetisi bergengsi di komunitas bridge Tomohon karena mempertemukan pemain lintas generasi dalam format seri yang menuntut kestabilan performa di setiap pertandingan.

Kemenangan Irensya dan Luky juga dinilai memberi harapan baru bagi proses regenerasi atlet bridge daerah. Dengan usia yang relatif lebih muda dibanding para pesaing utama, pencapaian tersebut diharapkan dapat memotivasi pemain junior lainnya untuk tampil dan bersaing di level kompetitif.

Sekretaris GBKT Tomohon, Hany Sualang, mengatakan ketatnya persaingan musim ini menunjukkan kualitas kompetisi yang semakin merata.

“Selisih poin antar tiga besar sangat tipis. Hanya terpaut empat poin antara peringkat pertama dan ketiga. Ini menjadi salah satu musim liga paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir,” kata Sualang. (*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.