Cabuli 5 Bocah, Oknum Kepala Lingkungan Dipolisikan

Ilustrasi 

Manado – Kasus cabul kembali menambah catatan kriminal di Mapolresta Manado. kali ini korbannya sebut saja Bunga (7) Mekar (7) Melati (7) Mawar (6) dan Jingga (6) kesemuanya adalah Warga disalah satu Kecamatan Tuminting. Kelima bocah ini dicabuli oleh lelaki LA alias Lutfi (51) warga yang sama dengan korban. Kejadian tersebut itu terjadi pada hari Sabtu (23/03) disalah satu rumah yang ada di Kecamatan Tuminting, namun baru di laporkan Minggu (31/03) sekitar 15:00 Wita.

Dari Informasi yang dirangkum, perbuatan bejat itu terkuak setelah orang tua korban melihat tingkah laku anaknya yang saat bertemu dengan pelaku terlihat ketakutan. Merasa ada yang aneh melihat hal tersebut, Ibu korban kemudian memanggil anaknya Bunga dan mulai mengintrogasinya. Dari situlah baru terbongkar semua perbuatan yang dilakukan pelaku, terhadap anaknya.

Dimana menurut korban, pelaku yang diketahui kesehariannya seorang Kepala Lingkungan ini mengajak korban Bunga kedalam kamar dan menyuruh untuk memijat pelaku. Tak hanya sampai disitu, pelaku kemudian berganti memijat korban sambil memegang kemaluan dan menjilat kemaluan korban.

Bahkan, pelaku juga mencoba untuk memasukkan kemaluannya kedalam kemaluan korban. Namun karena korban menjerit kesakitan, sehingga pelaku berhenti memasukkan kemaluannya. Setelah melakukan perbuatan bejatnya, pelaku memberikan imbalan berupa sejumlah uang kepada korban dan meminta korban untuk tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada siapapun.

Tak hanya itu, pelaku juga telah melakukan perbuatan yang sama kepada empat korban lainnya. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, ibu korban bersama orang tua korban lainnya mendatangi Mapolresta Manado untuk melaporkan perbuatan pelaku.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Wibowo Sitepu, Senin (01/04) siang membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporannya sudah diterima, sedangkan pelaku sudah kami amankan dan sementara dalam proses penyelidikan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” tutur Sitepu. (Dwi)

Related posts

Leave a Comment