Mitra-Kegiatan pertambangan seringkali dicap negatif oleh masyarakat luas, padahal tidak selalu demikian.Meskipun kegiatan tersebut lebih sering dianggap merusak lingkungan dengan proses eksploitasi kekayaan alamnya. Namun, kegiatan pertambangan ternyata tidak selalu merugikan.
“Hal itu dapat di buktikan, para pengusaha tambang ternyata mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal maupun warga luar daerah,seperti yang ada di Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara.” ujar salah satu pengusaha tambang (red) kepada media ini, Senin (01/09/2025).
Menurutnya,kegiatan tambang lokal (rakyat) ini bisa dikatakan sangat kompleks, sebab tidak hanya fokus dalam melakukan penambangan. Namun juga mengupayakan perbaikan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Salah satunya dengan menarik lebih banyak tenaga kerja dari masyarakat setempat dan luar daerah.
“Adanya tambang rakyat juga memiliki manfaat untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Membantu meminimalkan jumlah pengangguran di sekitarnya, sekaligus mampu memberikan penghasilan bagi warga,” ucapnya.
Dia juga mengatakan bahwa, hasil dari usaha ini juga banyak membantu kegiatan-kegiatan pemerintah desa, Kecamatan, bahkan Kabupaten Minahasa Tenggara (mitra).
“Tidak cuma itu saja, kami pengusaha juga memberikan bantuan buat tempat ibadah berupa Masjid,Gereja, Panti Asuhan bahkan beberapa pesantren yang ada “, jelasnya.
Sementara salah satu warga Ratatotok yang profesinya sebagai penambang, dan tidak mau namanya di sebut di media ini mengatakan, seandainya tambang ini di tutup, bagaimana nasib ribuan penambang yang nota bene sebagai penambang ?
“Kalau benar-benar tambang rakyat ini ingin tata,pemerintah juga harus melihat ribuan para pekerja yang menggantung nasibnya pada pertambangan ini, dan kami sangat setuju jika pertambangan di Ratatotok ini di tangani langsung oleh Koperasi,”pungkasnya. (Rusli_M)








