Ilustrasi
Manado – Nasib sial dialami Armando Sibarani (20) warga Kelurahan Paniki Dua Kecamatan Mapanget. Lelaki yang diketahui seorang sopir angkutan kota (angkot) ini dianiaya hingga babak belur oleh RL alias Raldy dan RM alias Refol. Peristiwa itu terjadi Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea. Rabu (6/2) sekitar 02.30 Wita.
Menurut laporan korban saat berada di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polresta Manado, mengatakan awalnya korban diajak bertemu oleh temannya yakni Samuel Rompas. Sesampainya di lokasi yang dimaksud, ternyata disitu sudah ada kedua pelaku bersama dengan Samuel.
Tiba tiba, salah satu pelaku yakni Raldy mengatakan kepada korban, “kiapa ngana senyum senyum,” ujar korban meniru perkataan pelaku. Karena tidak tahu ada masalah apa, korban mengatakan “ada masalah apa ini,” ungkap korban dihadapan penyidik.
- Selang Mei, Polres Amankan 1.358 Butir, Bitung Darurat Obat Terlarang Jenis Trihexyphenidyl
- Wujudkan Keadilan Energi, PLN UID Suluttenggo Bersama BPKP Sulawesi Tengah Kawal Akuntabilitas Program BPBL dan Listrik Desa di Wilayah PLN UP3 Luwuk
- Walikota Andrei Angouw Resmi Buka Jambore Gerakan Pramuka Kota Manado
Kemudian tanpa basa basi kedua pelaku langsung menganiaya korban. Awalnya saksi Samuel sempat melerai perkelahian tersebut. Namun kedua pelaku terus menganiaya korban hingga babak belur. Akibatnya korban mengalami luka dibagian kepala dan mata sebelah kiri korban lebam.
Usai menganiaya korban, kedua pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban dibantu oleh saksi dibawah kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasubag Humas Iptu Tomy Oroh membenarkan adanya laporan tersebut, “laporan sudah kami terima dan akan segera ditindak lanjuti,” pungkasnya. (Dwi)






