Salah satu warga saat sedang menambang batu
Tahuna – Yerni Bawukes salah satu dari banyaknya Penambang Batu, yang tinggal di seputaran kelurahan Santiago kecamatan Tahuna Induk,bertutur sebelum suaminya sakit,kebutuhan keluarganya masih tercukupi, saat itu suaminya masih berprofesi supir truk.
Namun setelah suaminya sakit dan berhenti bekerja dan tuntutan ekonomi hingga mengharuskan untuk menjadi penambang batu walaupun dengan peralatan Seadanya.
“Sesekali keluarga kami mengalami kesulitan saat menambang batu karena musim penghujan datang,air sungai pun mulai meluap hingga menghanyutkan batu-batu yang sudah di kumpulkan selama beberapa hari kadang ketika batu sudah siap untuk dijual pembeli yang belum ada,” Ujar Bawukes.
Ketika ditanya terkait peralatan menambang, Bawukes mengatakan dirinya tak memiliki peralatan yang memadai. “Sebenarnya kami sangat butuh gerobak pengangkat batu dan sarung tangan dan martil yang besar untuk memecahkan batu,” kata Bawukes.
- Kakan ATR/BPN Morut Bersama Jajaran Ikuti Sosialisasi Daring, Rencana Lauching Layanan Pengukuran Terjadwal
- Bupati Michael Thungari Resmikan Ruang Rawat Inap Jiwa Di RSD Liun Kendage Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe
- Jani Lukas Optimis Nilai Indeks Inovasi Daerah Sulut Capai Angka Maksimal, Targetkan Predikat Sangat Inovatif
Sementara itu, Lurah Kelurahan Santiago Saiful Markus, ketika dikonfirmasi mengatakan pihak kelurahan belum mendapat laporan dari masyarakat maupun ketua RT dan Kepala Lingkungan tentang ketidaktersedianya peralatan yang memadai dari penambang batu dan pasir di kelurahan Santiago.
“Mengenai kesulitan alat kerja, pihak kelurahan juga akan membantu menyiapkan alat berupa palu, gerobak dan sarung tangan, jika itu menjadi kebutuhan para penambang,” kata Lurah. (Yoss)








