Redaksisulut.com,-Peristiwa maut di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terletak di lokasi Rata Ulang Kecamatan Pinolosian tengah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang mengakibatkan meninggalnya salah satu penambang asal Kelurahan Imandi Kecamatan Dumoga Timur terus bergulir.
Berdasarkan hasil keterangan dari beberapa orang yang sudah dipanggil oleh Polsek Pinolosian malah menambah daftar panjang para terduga pelaku.
Menurut penuturan dari Kapolsek Pinolosian,Aipda Tedi Mandagi SH,MH selain HM alias Heldy,LM alias Linangsi,HM alias Haris juga sudah ada salah satu oknum ASN Bolmong yang kembali di panggil yaitu HP alias Harmono.
“Sudah ada beberapa orang yang di undang dan telah menghadap.Kemarin kami juga sudah melayangkan undangan ke Suami LM untuk di mintakan keterangan”,ucap Mantan Kanit Tipidter Kotamobagu ini.
Saat awak media menanyakan apakah ada perdamaian antara terduga pemilik lubang dan keluarga korban, Kapolsek Pinolosian meng iyakan hal tersebut.
“Iyaa ada surat perdamaiannya dan sekarang ada di tangan penyidik”,terangnya.
Terpisah,Korwil Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Roby Maneri kepada awak media menyampaikan bahwa kalu mengacu di UU Minerba dan Kehutanan maka semua yang beraktivitas dilokasi PETI Rata Ulang adalah pelaku.
“Ingat bahwa peristiwa ini terjadi di PETI,di situ tidak ada korban tapi semuanya adalah pelaku PETI baik pemilik maupun Korban.Jadi surat perdamaian tidak bisa mengugurkan Unsur pidana terhadap Pemilik PETI,tegas Roby Maneri.
Tambah Roby sapaan akrabnya,jika pelaku PETI berharap bisa menempuh Restoratuve Justice antara kedua belah pihak untuk bisa keluar dari jeratan hukum maka itu salah besar,dalam hal yang jadi korban adalah Negara karena negara mengalami kerugian atas kerusakan hutan dan melakukan eksploitasi logam mulia emas tanpa ijin.
“Keadilan restoratif atau retoratuve justice adalah penyelesaian perkara melalui dialog dan mediasi yang melibatkan pihak korban, terdakwa, keluarga korban, maupun pihak lainnya yang terkait,jadi sangat keliru jika tak ada korban kemudian dilakukan Upaya damai”,tutupnya. (Midi)














