Diduga Depresi, Sopir Angkot Gantung Diri

Manado – Nasib malang dialami Rendy Jimmy Oroh (23) warga Kelurahan Teling Atas Lingkungan V Kecamatan Wanea. Pasalnya, lelaki yang diketahui seorang sopir angkutan kota (angkot) ini ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali didalam kamarnya. Senin (22/4) sekitar 01.10 Wita.

Menurut keterangan dari Meky Oroh (48) yang adalah ayah kandung korban mengatakan, awalnya sekitar 23.00 Wita, korban sampai dirumah dan langsung makan. Setelah selesai makan, korban masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Selang beberapa menit kemudian, korban keluar dari kamar dan meminta sebatang rokok kepada adiknya, lalu kembali lagi ke kamarnya.

“Saat itu perasaan saya tidak enak, karena kebiasaan korban kalau dia mau merokok selalu duduk bersama saya sambil bercanda gurau,” ujar ayah korban.

Karena mempunyai firasat yang tidak enak, saksi kemudian pergi kearah dapur dan menuju ke pintu kamar korban. Nah,,, saat saksi membuka pintu kamar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali nilon dan mulut korban mengeluarkan lendir. Sontak saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk segera menurunkan korban.

“Saat korban sudah diturunkan, saya sempat memberikan nafas buatan serta menekan dada korban beberapa kali dan selanjutnya dibawah kerumah sakit Advent. Sesampainya dirumah sakit, pihak medis sempat memberikan pertolongan medis, namun korban sudah meninggal dunia,” ungkap saksi.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasubag Humas Iptu Tommi Oroh ketika dikonfirmasi mengatakan menurut keluarga korban kalau korban dan istrinya sudah berpisah, sementara anak mereka dititipkan kepada kakak kandung istrinya, “pihak keluarga korban tidak mempermasalahkan kematian korban dikarenakan korban meninggal dirumahnya sendiri,” pungkasnya. (Dwi)

Related posts

Leave a Comment