Diduga Akibat Lilin, Satu Rumah Permanen di Pineleng Hangus Terbakar

Manado – Si jago merah kembali beraksi, kali ini rumah permanen milik keluarga Bororing-Londok yang berada di Desa Sea Jaga IV Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa hangus terbakar. Selasa (16/7) sekitar 07.00 Wita.

Menurut keterangan dari saksi Stince Nona Tulangow (76) yang adalah orang tua dari pemilik rumah Moudy Londok, mengatakan awalnya sekitar 03.00 Wita, Desa Sea mengalami pemadaman listrik. Sehingga saksi memasang lilin dan ditaru di piring plastik kemudian diletakkan diatas televisi.

Nah,,, sekitar 07.00 Wita, saksi yang saat itu sedang membersihkan kamar tidurnya, mendengar suara ledakan. Kemudian saksi bergegas keluar kamar dan melihat ada nyala api dari televisi. Sontak saksi yang terkejut langsung mengambir air dan mencoba untuk memadamkan api tersebut. Namun bukannya mati, malahan api semakin membesar dan mengakibatkan tangan kanan korban terbakar. “Karena saya tidak bisa memadamkan api tersebut, saya langsung keluar dari rumah kemudian memberitahukannya kepada tetangga,” Ujar saksi.

Sementara menurut keterangan dari saksi Franklin Sangkay (38) warga Desa Sea Jaga IV Kecamatan Pineleng mengatakan sekitar 07.30 Wita, saat itu dirinya hendak pergi ke kantor dan melewati rumah dari keluarga Bororing Londok. Tiba tiba saksi terkejut melihat ada gumpalan asap disertai api dari rumah tersebut. Kemudian saksi menelpon Camat Pieneleng serta pihak kepolisian untuk memberitahukan peristiwa tersebut. “Tak lama kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Malalayang tiba dilokasi kejadian dan sekitar 30 menit api bisa dipadamkan,” Ungkap saksi.

Kapolsek Pineleng, AKP Arie Najoan SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya petistiwa tersebut, “Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat lilin yang diletakkan diatas piring plastik, kemudian diletakkan diatas televisi dan televisi terkena lelehan lilin hingga televisi meledak. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut dan untuk kerugian materil sekitar 400 juta,” Pungkasnya. (Dwi)

Related posts

Leave a Comment