oleh

Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan RKB SD GKST Kolonodale, Kacabjari Andreas : Kasus Ini Lagi Kami Dalami,Sebelum Tetapkan Tersangka

Morut-Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Morowali di Kolonodale, hingga saat ini terus mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Korupsi) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Morowali Utara (Morut), terkait pembangunan proyek Ruang Kelas Belajar (RKB) SD GKST Kolonodale Tahun Anggaran (TA) 2020, sebesar Rp. 1, 592 Milyar yang dikerjakan pihak rekanan CV Istikoma Jaya, sebelum ada yang ditetapkan sebagai tersangka nantinya.

“Kasus dugaan tipikor ini sementara kami dalami. Sebelumnya juga kami telah menggeladah kantor Disdikbud dan BPKAD Morut, untuk mengumpulkan data dan alat bukti yang ada,” jelas Kacabjari Kolonodale, Andreas Atmaji SH MH, kepada sejumlah wartawan, usai menghadiri pelantikan pejabat eselon II, di ruang pola kantor Bupati Morut, Rabu (06/09/2023) pagi.

Disinggung soal sudah adanya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tipikor pembangunan proyek di SD GKST Kolonodale. Sejauh ini kata dia belum ada, semua yang telah di ambil keterangannya masih berstatus sebagai saksi.

“Kami masih mendalami kasus ini, kami juga akan melibatkan pihak – pihak terkait, termasuk rekan – rekan media, supaya seluruhnya terang benderang, dan tidak ada yang terkesan ditutup – tutupi,” ujarnya.

“Sesuai SOP yang ada di Kejaksaan, paling lambat 4 bulan kita sudah bisa menentukan sikap. Kami juga akan bekerja maraton, agar kasus ini bisa secepatnya dituntaskan, tanpa harus menunggu waktu 4 bulan. Kalau semuanya sudah fiks, pasti rekan – rekan wartawan akan kami kabari, ” tukas mas Aji sapaan akrabnya.

Sekedar diketahui, proyek pembangunan RKB di SD GKST Kolonodale TA 2020, sebanyak 6 lokal. Namun saat ini, hanya 3 lokal yang bisa difungsikan, sementara 3 lokal lainnya tidak dapat digunakan sama sekali. (*/NAL )