Bitung, Redaksisulut – Usai mendapat arahan dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah kepala daerah di gedung C lantai III Kementerian Dalam Negeri. Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar siap dan tak segan-segan untuk mengganti Lurah yang wilayahnya terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Pasalnya Jokowi dalam arahan menyampaikan bahwa dirinya meminta kepada seluruh pimpinan wilayah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap Pandemi Covid-19 di hari-hari peringatan Agama.
“Harusnya kita berkaca dari Negara India, dimana mereka mampu menurunkan kasusnya hingga 10 ribu pasien per hari, namun adanya kelonggaran dimasa peringatan hari keagamaan membuat negara itu bobol dengan peningkatan kasus hingga 350 ribu perhari”. Kata Jokowi.
Jadi dengan adanya persoalan tersebut, Jokowi meminta kepada pimpinan Daerah untuk mengambil contoh dan belajar dari persoalan yang ada di India.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
Sementara itu, Maurits dalam menanggapi hal ini, menyatakan bahwa, Pemerintah Kota akan berkoordinasi dengan Forkopimda, tokoh Agama serta masyarakat untuk menindaklanjuti instruksi dari Presiden Jokowi.
“Lockdown lokal di masa sekarang masih sangat diperlukan dan Kota Bitung tidak akan main-main dengan hal ini, untuk itu diminta kepada para Lurah agar terus mengawal, jangan sampai ada kelonggaran dalam mengamankan wilayahnya dari kasus covid-19”. Katanya.
Lanjutnya bahwa, dirinya meminta agar Kedepan tidak adalagi kerumunan apalagi kumpul-kumpul massa, protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar diterapkan ditengah masyarakat sampai tingkatan RT.
“Kedepan, tolong jangan adalagi Lurah, Pala dan RT yang menganggap remeh hal ini dan untuk area-area tempat perbelanjaan akan dibenahi dan akan ditertibkan. Jika terjadi peningkatan, berarti pimpinan Kelurahan dan lingkungan tidak berhasil sehingga sebagai Wali Kota, saya akan mempertimbangkan jabatan itu”. Tegas Maurits.
Seraya menambahkan bahwa, terkait dengan ancaman pergantian jabatan yang dikarenakan gagal melakukan pencegahan penambahan kasus Covid-19, dirinya menyampaikan bahwa hal itu sudah dikonsultasikan dan hal itu mendapat lampu hijau dari Mendagri.
“Mari sama-sama mengawal agar tidak terjadi penambahan Kasus, namun jika ada wilayah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19, saya dan Pak Hengky tidak akan segan-segan mengganti lurah di wilayah itu, apalagi itu didukung oleh Mendagri karena tujuannya melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19”. Jelas Maurits. (***/Wesly)






