TOMOHON – Tak bisa dipungkiri, sosok Syerly Adelyn Sompotan atau lebih dikenal dengan Ibu SAS sangat berpengaruh di Kota Tomohon, pasalnya pada survey bulan Juni yang dilakukan oleh Indonesian Observer menempatkan SAS pada urutan kedua kategori Electabilitas dengan perolehan 32,3% selisih tipis 33,4% dengan Caroll Wenny.
Dengan tidak terakomodirnya Syerly Adelyn Sompotan dari partai Golkar sebagai calon Walikota untuk pilkada 9 Desember 2020 serta SAS menyatakan dukunganya kepada calon nomor urut 2. Caroll Senduk dan Wenny Lumentut (CSWL) bak mendapatkan “durian runtuh”.
Buktinya survey kedua dilakukan oleh Indonesian Observer pada bulan Oktober, torehan Electabilitas CSWL meningkat pesat menjadi 65,4%. Trend Electabilitas Calon Walikota dan Wakil Walikota.
Menurut peneliti Indonesian Observer Andre Mongdong, torehan Electabilitas CSWL meningkat pesat bisa saja diakibatkan oleh Flying Voter dari pendukung SAS, lantaran tidak terakomodir.
- Diresmikan Presiden Prabowo, Pemkab Minsel Dukung Pengoperasional 1.061 Unit KDKMP
- Bupati Michael Thungari Beri Dukungan dan Apresiasi Serta Motivasi Bagi Ke Empat Siswa Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara
- Wabup Vasung Hadiri Groundbreaking 10 Gudang Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG
“Hasil survey dilakukan bulan Juni sebelum penetapan calon dari masing-masing parpol, SAS pada Electabilitasnya memperoleh 32,3% dan CSWL 33,4%, Nah pada survey kedua bulan Oktober kondisi Ibu SAS tidak terakomodir, dengan metodologi yang sama, Elektabilitas CSWL meningkat pesat menjadi 65,4%.” Ujar Mongdong kepada Wartawan di Elmond Cafe. Senin, (2/11/2020).
Lanjut Mongdong, Torehan 65,5% itu bisa saja diakibatkan “Tsunami” voters dari Syerly Adelyn Sompotan setelah ia (SAS) menyatakan dukungannya kepada CSWL.
Menurut Mongdong hal itu biasa terjadi dalam pilkada. “Wajar, dalam pilkada “Tsunami” flying voter tidak bisa terelakkan,” tukasnya.(Oma)






