Minsel-Saat pemerintah gencar-gencarnya melakukan peningkatan produksi pertanian serta perikanan, dalam rangka mendongkrak ketahanan pangan di bumi Indonesia termasuk Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Minahasa, melalui bantuan peralatan (alsintan) pupuk maupun Bibit atau benih yang disalurkan kepada setiap kelompok.
Bantuan tersebut dinilai tidak maksimal karena oknum ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) MAPALUS juga sebagai ketua Kelompok Pertanian (Poktan) MAPALUS Jurino Tambajong, diduga membisniskan bantuan-bantuan pemerintah tersebut.
Sejumlah sumber (identitas di meja redaksi) mengatakan bahwa Ketua kelompok tersebut diduga secara terang-terangan membisniskan sejumlah alat pertanian bantuan pemerintah pusat, bahkan bukan hanya alat-alat pertanian dan perikanan, pupuk subsidi pemerintah yang diberikan ke kelompok di komersilkan/di jual di luar kecamatan di mana kelompok milik Jurino Tambajong berada.
“Hampir semua bantuan pemerintah pusat baik peralatan pertanian maupun perikanan di monopoli yang bersangkutan dengan modus ada yang memback upnya” Ucapnya (red).
Dugaan lain juga, Ketua kelompok tersebut bekerjasama dengan oknum pemasok pupuk yang ada di Minahasa Selatan untuk memperlancar modus operandi mereka.
Sementara itu ketua Pokdakan/Poktan Jurino Tambajong saat di konfirmasi melalui telepon celulernya (whatshap) dengan nomor 0812 4351 5***, Jumat (01/08/2025) mengatakan bahwa silakan berhubungan dengan Kuasa Hukum saya. “Langsung dengan pokdakan mapalaus pe kuasa hukum jo” Ucapnya.
Di sisi lain Rino (nama sapaan) mengatakan bahwa dia tidak pernah menjual pupuk, yang ada pupuk dibagikan secara gratis karena ada koperasi yang memproduksi pupuk, padahal koperasi mapalus tersebut, Jurino Tambajong bukan ketua pada Koperasi yang di maksud.
“Soal pupuk kita nda pernah jual, kalu membagi bagikan pupuk itu betul, Karna Koperasi Tibo Mapalus memproduksi Pupuk Organik cair”. Kendati pupuk yang dimaksud yang di jual ke daerah Kecamatan Modoinding adalah pupuk yang bukan jenis organik cair.
Oknum ketua tersebut mengakui bahwa ada 5 kelompok tani dan 1 kelompok pokdakan yang memakai PH yang telah ia pilih. Selain itu Rino pertanyakan gilingan mana yang ia jual. (Onai)








