SULUT – Kegiatan vaksinasi Covid-19 telah mulai dilaksanakan di Indonesia sejak tanggal 13 Januari 2021.
Kick-offnya dilaksanakan bersamaan dengan penyuntikan pejabat negara di Istana Negara termasuk Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)
Gaung pelaksanaan kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan vaksinasi pejabat publik yang ada di Sulawesi Utara, yakni Gubernur Olly Dondokambey dan Forkopimda.
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH, tujuan utama dari vaksinasi Pejabat Publik adalah mengajak masyarakat untuk bersama sama berkontribusi terhadap pembentukan kekebalan komunitas (herd immunity) melalui pemberian vaksinasi, agar supaya pandemic ini cepat bisa diredakan.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
Vaksinasi pejabat Publik di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2021 jam 09.00 di RS Lapangan Covid-19 Kitawaya Kairagi.
“Kegiatan ini akan disiarkan secara langsung lewat kanal resmi dan media resmi untuk menunjukkan kepada masyarakat secara transparan bahwa keberadaan vaksin Covid 19 adalah aman dan halal, sehingga pemimpin daerah siap menerima program vaksinasi ini dan selanjutnya diharapkan bisa diperluas kepada sasaran lainnya,” jelasnya.
Pelaksanaan vaksin ini akan mengikuti standard operasional prosedur yang ketat untuk menjamin keamanan dan keselamatan dari si penerima vaksin. Screening yang ketat akan tetap dilakukan.
“Bila dalam pelaksanaan screening terdapat kondisi kesehatan yang menjadi kontra indikasi untuk dilakukan vaksinasi, maka calon penerima vaksinasi akan dinyatakan ditunda dan dijadwalkan kembali atau kalau kondisinya tidak memungkinkan untuk divaksinasi maka calon penerima vaksin akan dinyatakan tidak bisa menerima vaksin,” urainya. (**)








