Morut -Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah (DP2P3AD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) sejak tahun 2020 telah melahirkan sejumlah Generasi Remaja (GenRe) dengan kelompok sasaran program usia remaja 10-24 tahun dan mahasiswa/mahasiswi yang belum berkeluarga.
Tujuan pembentukan GenRe tersebut, tidak lain bertujuan melakukan pembinaan kepada anak remaja sejak dini, untuk menciptakan keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap kehidupan mereka, yang dikembangkan dalam program GenRe DP2P3AD Morut, untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga, pada jenjang pendidikan yang terencana, berkarir dalam pekerjaan yang terencana, termasuk ketika menikah harus penuh perencanaan disesuaikan dengan siklus kesehatan reproduksi.
Hal tersebut dikatakan Kordinator pelaksana kegiatan pengukuhan dan pembinaan Duta GenRe Desa Tahun 2023, Helni Bamba, kepada sejumlah wartawan di sela sela pengukuhan Duta GenRe Desa di ruang pola kantor Bupati Morut, Selasa (07/11/2023).
Helni Bamba, menjelaskan, pembinaan duta GenRe tersebut nantinya, akan di laksanakan di seluruh Desa dan Kecamatan yang ada di Morut. Kata dia, untuk tahap awal di ikuti oleh Kecamatan Petasia bersaudara, yakni Petasia Barat, Petasia Timur dan Petasia, dengan pesertanya siswa/siswi SMP dan SMA.
- Kantongi Nomor Hoki Urut 2, Dionisius Ngongo Moza Siap Lanjutkan Pembangunan Desa Po’ona
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
“Berkaitan dengan kegiatan GenRe di Morut, telah mendapatkan penghargaan dari Pusat sebagai duta GenRe Desa paling terbanyak di Provinsi Sulteng, ” jelasnya. (*/NAL)








