MANADO – Pemecatan disertai pencabutan keanggotaan partai terhadap sejumlah kader senior Golkar, dinilai akan menjadikan bumerang bagi pencalonan CEP-SSL yang diusung beringin di Pilgub Sulut 2020.
“Hal itu malah akan menjadikan energi baru untuk paslon. Para kader senior itu akan semakin solid dan all out memenangkan ODSK,” ungkap Firasat Mokodompit, mantan Plt Ketua Golkar Sulut.
“Saya tahu persis 8 kader ini memiliki kekuatan riel. Jika hari ini mereka dicabut keanggotaannya, maka analisa saya 60% kader pemilih Golkar yang diprakirakan 270 ribu suara se Sulut dipastikan akan menambah suara ODSK,” tandasnya.
Dikatakannya, kader grass root Golkar dan para militan PG, rata rata rasional dalam menentukan pilihan pemimpin. “Mereka sangat memperhatikan kapasitas, kapabilitas dan dedikasi calon. Mereka tidak mau terjebak dengan SOTAU TAU NIMBOLE KASE TELADAN DAN JADI PANUTAN KONG BAPAKSA !!!,” tandasnya.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
Suara suara kader ini, lanjutnya, selalu mengemuka dalam dialog di lapangan, dan kedewasaan berpolitik kader Golkar itu tidak diragukan.
Juga kata dia, biasanya ada faktor benang merah bergandengan dimana mereka akan loyal terhadap kader tulen seperti Imba dan SVR yang pernah menjabat Ketua PG Sulut.
Bahkan saat ini, kata dia, sudah ada gerakan untuk menyelamatkan partai. “Saat ini saja saya dengar sudah ada GERAKAN PENYELAMAT PARTAI GOLKAR SULUT, dan gerakan ini MELEMAHKAN PERJUANGAN PASLON CEP- SSL dalam kontestasi pilgub.
Mereka kecewa karena managemen partai yang amburadul dalam sikapi dinamika internal Golkar sulut,” katanya.
Hal itu juga tercermin dalam MUSDA INSTAN yang dilaksanakan di beberapa daerah memunculkan Sentimen Negatif bagi kelangsungan organisasi.
“Belum lagi Ketidak Konsistenan terhadap rekomendasi paslon pemilukada di kabupaten/kota.”
“Olehnya saya melihat ini menjadi langkah gegabah CEP dengan memecat 8 kader senior. Dipastikan hukum karma akan berlaku begitu CEP kalah dalam konstetasi Pilgub nanti,” tukasnya. (**)






