Diduga Pingkan Kapoh di Laporkan Lakukan Penipuan, Ini Kronologi dan Jawaban Kadis Pariwisata

Bitung, Redaksisulut – Diduga melakukan penipuan terhadap dua warga Minahasa Selatan (Minsel), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Bitung Pingkan Kapoh dilaporkan ke Polda Sulut pada tanggal 14 Januari 2020.

Informasi yang didapat bahwa ada dua orang yang melaporkan dimana Eftalita Christie Mononimbar dan Richard Ottay adalah rekan kerja penyediaan barang dan jasa.

Pelaporan tersebut bermula dari komunikasi antara Pingkan dan kedua korban, dimana Pingkan menawarkan pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada Eftalita dan Richard dan tawaran itupun diterima kedua korban.

Selain itu, Korban juga mempunyai hubungan kekerabatan dengan Kadis Pariwisata ini.

Menurut informasi yang didapat, korban telah melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan uang sendiri/pribadi namun hingga detik ini bayaran yang sudah menjadi hak tidak diberikan.

Dari kejadian ini Korban mengalami kerugian dengan total sebesar Rp 526 juta.

Sementara itu, Richard saat dikonfirmasi perihal kejadian ini membenarkan bahwa ini benar terjadi.

“Jika dihitung keseluruhan kerugian yang dialami lebih besar dimana jika dihitung pada waktu lalu beberapa kali meminta uang”. Ungkapnya.

Tak menunggu lama Richard pun menjelaskan kejadian tersebut.

“Awalnya Pingkan mengajak agar supaya membantu pelaksanaan Pagelaran Tulude pada tahun 2019. Kita diminta mengadakan sejumlah barang untuk mendukung kegiatan itu, setelah kegiatan selesai kita belum dibayar, dia mengatakan bahwa nanti akan dibayarkan sekalian karena masih ada pekerjaan lain. Dan itu benar dibayarkan tapi setelah itu kita disuruh membantu di kegiatan Festival Tangkoko hingga FPSL dan di kegiatan tersebut kita disuruh mengadakan perahu hias”. Ungkap Richard.

Selang itu setelah FPSL Richard dan Eftalita masih belum dibayarkan dimana Pingkan membujuk untuk mengerjakan pekerjaan lainnya.

“Ia menyatakan jika pekerjaan tambahan akan dimaksud tuntas. Kita percaya karena sudah lama berteman dan keluarga juga saling mengenal”. Katanya.

Ia juga mengatakan bahwa ” Untuk yang terakhir kalinya kita diminta mengadakan laptop, printer dan ATK untuk keperluan kantor dan katanya bukan cuman di Dinas Pariwiwisata saja, tetapi ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Koperasi dan Dinas Kesehatan dan sampai saat ini kami belum dibayar, padahal pemua permintaan sudah kami adakan. Sempat beberapa kali berkomunikasi, tetapi tidak ada itikad baik. Kami sempat diancam kalau datang ke Kota Bitung. Katanya kalau kami datang ke Kota Bitung Pingkan akan menyuruh ajudan Pak Wali Kota untuk menangkap kami”. Tambahnya.

Sementara itu Kombes Pol. Jules Abast, Kabid Humas Polda Sulut mengatakan bahwa belum tahu perihal kasus yang di maksud.

“Nanti saya informasikan setelah cek ke penyidik “. Katanya.

Terkait persoalan ini, setelah dihubungi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Bitung Pingkan Kapoh mengatakan dirinya di jebak dan meminta wartawan untuk tidak memberitakan hal itu.

“Jangan di beritakan, ini hanya rekayasa dan hanya menghancurkan nama baik saya”. Katanya.

(Wesly)

Related posts

Leave a Comment