Manado – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kegiatan di Provinsi Sulawesi Utara hari ini dengan menyambangi kawasan wisata Taman Laut Nasional Bunaken. Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana. Untuk menuju Taman Nasional Bunaken, Jokowi menempuh perjalanan laut dari dermaga di Kota Manado sekitar 40 menit. Jokowi menumpangi kapal wisata Bunaken Crystal 7 ‘Tanjung Pinang’.

Setibanya di dermaga Bunaken, Jokowi dan Iriana berpindah ke kapal yang memiliki kaca bening di tengahnya. Jokowi dan Iriana melihat langsung terumbu karang dan ikan yang melintas di bawah kapal. “Kita ingin lihat lapangan, ada sebuah potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” kata Jokowi, Jumat (05/07).

- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Jokowi mengatakan, pemerintah pusat akan mengerjakan pengembangan fasilitas wisata di Taman Nasional Bunaken. Termasuk penambahan kapal untuk wisata bawah laut. “Misalnya untuk melihat bawah laut tadi, kapalnya mungkin dari Kementerian Perhubungan juga akan ditambah. Saya kira ini potensi yang baik, tapi memang harus dirawat, dijaga, jangan sampai sampah plastik masuk ke sini,” kata Jokowi.
Setelah selesai, Jokowi kembali ke kapal Bunaken Crystal 7 untuk kembali ke Pelabuhan Manado. Setibanya di Pelabuhan Manado, dijemput Walikota Manado, Vicky Lumentut, dan Walikota langsung mendampingi Presiden meninjau rencana pengembangan pengawasan terminal dan pelabuhan Manado. Pelabuhan itu dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV. Sesaat sebelum meninggalkan pelabuhan, Jokowi dihampiri warga yang hendak bersalaman dam foto dengannya.

Dalam kunjungan ini Jokowi juga didampingi sejumlah menteri. Antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Liputan Khusus)






