Manado-Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut menggelar executif meeting, dalam rangka evaluasi dan strategi percepatan penurunan stunting (PPS) terkait E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan pelaporan Gisi Berbasis Masyarakat) dan SKI/SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) di Provinsi Sulawesi Utara,Jumat (29/9/2023).
Kegiatan yang berlangsung di Best Western The Langoon Hotel Manado,di pimpin Kepala Perwakilan BKKN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, di dampingi Koordinator Program Manager Murphy Kuhu, STP,dan di hadiri pihak Dinas Kesehatan Sulut, Bappeda Sulut dan Aster Kasdam XIII/Mdk.

Pertemuan dalam bentuk Executive Meeting ini membahas Evaluasi dan strategi Percepatan Penurunan Stunting terkait E-PPGBM dan SKI/SSGI di Provinsi Sulut.
- Menteri Nusron Ingin Target PTSL 2027 Ditambah, Perluas Kepastian Hukum Bagi Masyarakat
- Bahas Rencana Kerja TA 2027 Dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp.10 Triliun
- Laporkan Progres Dukungan KSPEAN Papua Selatan, Wamen Ossy Tegaskan Landasan Kuat Agenda Pembangunan Nasional
“Diharapkan, dengan adanya pertemuan ini akan tercapai kesepakan-kesepakatan dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting,” Ujar Kaper BKKBN Sulut.
Diketahui, upaya perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu amanat UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009. Upaya perbaikan gizi ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat yang dilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai usia lanjut, dengan prioritas pada kelompok rawan yaitu bayi, balita, remaja perempuan, ibu hamil dan menyusui. (J.Mo)







