NET. TV Minta Maaf Pada Gubernur Olly Dondokambey

Sulut – Pemberitaan NET. TV pada tanggal 13 Februari 2016 lalu, berbuntut panjang. Pasalnya, dalam berita tersebut menayangkan status Gubernur Olly Dondokambey SE sebagai tersangka.

Alhasil, Pemprov Sulut melalui Kabag Humas dan Staf Pribadi Gubernur, Vicktor Rarung meminta klarifikasi terkait Pemberitaan NET.TV tanggal 13 Februari 2016 tentang “berstatus tersangka, pelantikan Gubernur Sulut tuai kontroversi” yang saat ini sedang viral di medsos.

Pertemuan dilaksanakan di kantor PT. NET Mediatama Televisi Senin, 26 Agustus 2019.

Dikatakan Rarung, berita ini sangat merugikan Pemprov dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey, SE.

“Dimana Pak Gubernur sampai detik ini tidak ada satupun lembaga hukum yang menyatakan Pak Gubernur Tersangka. Pemberitaan ini keliru dan mohon untuk diberikan klarifikasi,”kata Rarung yang dibenarkan Kabag Humas Setdaprov Sulut Christian Iroth.

Pihak NET. TV sendiri juga telah melayangkan surat permohonan maaf. “NET.TV sudah melayangkan surat permohonan maaf. Pmprov sulut memberikan apresiasi dan menghimbau kepada seluruh netizen agar segera mengapus berita tersebut dari media sosial yang beredar dan tidak ada lagi yang memposting berita tersebut. Apabila masih ada yang memposting, maka pemprov akan mengambil langkah tegas dengan memproses hukum,”tambah Kabag Humas Setdaprov Sulut Christian Iroth.

Sementara pihak NET. TV melalui Pemimpin Redaksi Dede Apriadi memberikan klarifikasi.

Pertama, Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan dalam menayangkan pemberitaan tersebut.

Kedua, kami telah memberikan punishman pada tim redaksi yang telah lalai dalam pemberitaan.

Klarifikasi NET. TV ini juga disampaikan secara tertulis dengan kop surat bertuliskan PT NET MEDIATAMA TELEVISI dengan nomor surat ME 078/PR-CORSEC/II/2019, perihal klarifikasi pemberitaan pemerintah provinsi Sulawesi Utara.

Surat tersebut ditujukan langsung pada Olly Dondokambey SE sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Surat tersebut dicap NET dan tandatangani oleh Pemimpin Redaksi Dede Apriadi, PT NET MEDIATAMA TELEVISI. (***)

Related posts

Leave a Comment