Banjir Bandang Terjang Bolmong,Seorang Bocah Tewas Terseret Arus

Bolmong – Desa Domisil Moonow, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (4/3/2020), dilanda banjir bandang yang menyebabkan seorang anak tewas terseret arus.

Korban meninggal dunia tersebut, atas nama Musdalifah Harun (5) merupakan satu diantara tiga korban, sedangkan dua korban ditemukan dalam kondisi selamat.

Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolaang Mongondow langsung merespon kejadian bencana alam tersebut dengan mengerahkan personil dan alat-alat serta perlengkapan yang akan dibutuhkan.Diperkirakan dengan kejadian banjir bandang tersebut kerugian material cukup besar.

Berdasarkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Desa yang terdampak di kecamatan ini yaitu Desa Domisil, Pangi dan Pangi Timur.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat BPBD Bolmong, Rafik Alamri, pihaknya mendapati ada lima rumah dan mobil tiga unit hanyut terbawa banjir dan diperkirakan juga masih akan bertambah kerugian lain karena kami belum mendata secara detail.

“Adapun Fasilitas umum yang rusak baru teridentifikasi ringan masing-masing gedung TK satu unit,  gedung PAUD  satu unit, kantor desa, dan taman pengajian.  Sementara yang rusak berat sepuluh unit rumah, sepuluh unit rumah rusak sedang dan 30 lainnya rusak ringan,” ujar Rafik.

Sesuai data terbaru kerugian akibat banjir bandang tersebut ditaksir Rp 1,2 Milyar. Selain korban manusia akibat banjir, juga beberapa barang warga hanyut terbawah banjir bandang.

“Ada sejumlah Rumah warga dan kendaraan baik roda dua dan roda empat terbawah banjir. Diperkirakan lumlah rumah hanyut lima unit, motor lima unit, mobil tiga unit,” kata Rafik.

Ditambahkannya juga bahwa ,66 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak ,  Lahan perkebunan kurang lebih 15 Hektar dan Jumlah jiwa yang  terdampak 250 Jiwa.

“Kejadian tersebut pihak BPBD Bolmong langsung mengambil Langkah yaitu mendirikan tenda posko, membuat tenda pengungsian, menyiapkan dapur umum, melakukan pembersihan puing-puing, dan normalisasi sungai yg rusak, dengan menggunakan dua unit alat berat.” jelas Rafik. (Donald’s)

Related posts

Leave a Comment