Jakarta – Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Terpadu Penanganan Konflik Tahun 2019,bertempat di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis, (16/05/2019).
Kegiatan Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dilaksanakan Dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serentak 2019.
Rakornas ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jenderal TNI (Purn), Dr. H. Wiranto didampingi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.
Rakornas Mengangkat tema”Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serantak 2019″.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
Peserta rakornas terdiri dari Sekertaris Daerah Provinsi, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi, Kabinda, Karo Ops Polda, As Ops Kodam/Kasi Ops Korem, Asintel Kejati, Bupati/Walikota, Kaban/Kakan Kesbangpol Kabupaten/Kota dan Kabid Wasnas dan Kesbangpol Provinsi se-Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jend. TNI (Purn), Dr. H. Wiranto SH, mengajak seluruh elemen pemerintah untuk meredam konflik di daerah masing-masing agar tidak menimbulkan konflik nasional.
“Pusat dan daerah bersinergi untuk mencegah adanya indikasi ,kecenderungan atau resiko konflik sosial dengan menyelesaikan permasalahannya di tempat masing-masing,” ujarnya.
Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA, mengatakan keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional ini membuat Pemerintah Kota dan masyarakat Tomohon kondusif, terus berupaya menjaga dan memelihara suasana Kota yang aman, nyaman dan terkendali. Sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasanya setelah selesai Pemilihan umum.
“Saatnya kembali bersatu dan menyatu untuk membangun Tomohon yang kita cintai dengan memahami dan memadukan kesamaan pemahaman dalam menangguli gejolak yang mungkin terjadi di Kota Tomohon,” tutup Walikota. (Oma)






