MORUT – Jajaran Kepolisian Resor Morowali Utara menurunkan 150 personilnya untuk pengamanan unjuk rasa warga di perusahaan PT. SPN Desa Tomata.
Kapolres Morowali Utara AKBP Bagus Setiayawan mengatakan, sebanyak 150 personil dari Polres dan Polsek Mori Atas diterjunkan untuk pengamanan pengunjuk rasa yang berlangsung, Selasa ( 27/10/2020) kemarin.
Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam serikat buruh Indonesia kecamatan Mori Atas itu datang ke perusahaan PT. Sinergi Perkebunan Nusantara (SPN) untuk menyampaikan tuntutanya.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, polisi tidak diperkenankan pendemo untuk masuk ke kantor PT. SPN.
- Ketua DPRD Sulut Andi Silangen Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H : Memaknai Momen Sebagai Sebagai Ajang Meningkatkan Keikhlasan Dan Pengorbanan
- Wawali Sendy Rumajar Hadiri Idul Adha di Masjid Al-Mujahidin, Pemkot Tomohon Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden
- Wakil Bupati Tendris Bulahari Melepas Pawai Takbir Hari Raya Idhul Adha 1447 Hijriah
Koordinator lapangan Yan Markus Kaope dalam orasi didepan pos secuty (satpan) mengatakan, mereka datang bukan mencari masalah tapi datang mempertanya kariyawan yang mutasi dan di PHK secara sepihak oleh Direktur PT. SPN Budiono
Menurut Yan Kaope mutasi yang dilakukan Direktur PT. SPN tidak sesuai dengan UU ketenagakerjaan nomor 13 Tahun 2003 pasal 32 karena dianggap hanya keputusan sepihak.
Mereka inginkan agar Kapolres Morut menfasilitasi agar mereka bisa bertemu langsung dengan Direktur SPN Budiono
Kapolres AKBP Bagus Setiyawan saat menemui pengunjuk rasa mengatakan, pihaknya akan pertemukan pengunjuk rasa dengan Direktur PT. SPN.
Direktur PT. SPN Budiono saat jumpa pers dengan awak media menjelaskan, SK PHK dan mutasi karyawan yang di lakukan sudah sesuai dengan aturan perusahaan yang dipimpinnya. (Johnny)








