Manado-Program Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah satu program Pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Akan tetapi, sangat di sayangkan sekali penyerapan KUR di Sulut masih terbilang sangatlah rendah.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw menyayangkan terkait penyaluran KUR di daerah ini masih rendah.
“Padahal Pagu KUR untuk Sulut sebesar Rp 7 triliun. Di mana, alokasinya masih terbilang rendah,” ucap Wagub Steven kepada awak media, Kamis (26/4/2023) usai melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara, Ratih Hapsari Kusumawardani.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Kata Wagub Sulut itu, Ibu Kanwil tadi datang melaporkan KUR UMKM Sulut dari 38 provinsi di Indonesia, kita di (urutan) 25.
“Rendahnya masyarakat mengakses KUR, karena kurangnya sosialisasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota di Sulut. Ternyata banyak sekali pinjaman ke masyarakat tak disosialisasikan sehingga (KUR) tidak tersalur,” imbuhnya.
Wagub Kandouw mencontohkan, pinjaman KUR platfon Rp10 juta, tidak banyak yang tersalur dan juga ada sampai Rp 100 juta. Padahal, kredit tersebut tanpa agunan.
“Ini sosialisasi kurang. Saya perintahkan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi gencar sosialisasi dan bank himbaran ikut mendorong penyaluran,” tandasnya.(***)








