Mencari Keuntungan di Tengah Pandemi, Hence Diamankan Polres Bitung

Bitung, Redaksisulut – Berdasarkan laporan polisi nomor : lp / 64 / vii/ 2021 / sulut/ res-bitung, tanggal 25 Juli 2021, Polres Bitung berhasil mengungkap kasus tindak pidana pemalsuan hasil swab PCR.

Menurut informasi, kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, tanggal 24 Juli 2021 sekitar pukul 21.30 wita di Pelabuhan Samudera Bitung dengan adanya laporan dari petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung.

Hal ini disampaikan Kapolres Bitung AKBP. Indrapramana. H, SIK dimana mengatakan bahwa, dengan adanya laporan tersebut, Kasat Reskrim bersama anggota langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan di sekitar lokasi kejadian

“Dari informasi, pengguna swab PCR palsu ini berdomisili di Amurang dan setelah tim mendapatkan informasi, Kasat Reskrim bersama tim lansung bergerak dan mengamankan pengguna swab PCR palsu”. Kata Kapolres. Kamis, (29/7/2021).

Dari pengembangan sesuai informasi dari pengguna, tim langsung menuju lokasi perantara Swab PCR palsu yang berdomisili di Kelurahan Mapanget, Kota Manado.

“Dari informasi perantara, tim melakukan pelacakan melalui nomor handphone pembuat Swab PCR palsu untuk mengetahui posisi keberadaannya dan pembuat Swab PCR palsu adalah seorang ASN yang bekerja di Biro Protokoler Provinsi Sulut dan saat ini bertugas di Bandara Sam Ratulangi”. Katanya.

Lanjutnya bahwa dari pelacakan tim kembali mendapatkan posisi pembuat Swab PCR palsu dengan posisi berada di Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara.

“Usai dilacak, tim langsung bergerak ke lokasi sesuai titik nomor dan benar mendapati pembuat Swab PCR palsu tersebut di Desa Laikit dan pada saat itu pelaku mengaku bahwa hasil Swab PCR palsu itu dibuat menggunakan laptop miliknya serta langsung di cetak/print di rumahnya, kemudian tim bersama pelaku langsung pergi ke rumahnya untuk mengamankan barang bukti”. Katanya

Dengan diamankanya, pelaku mengatakan bahwa dirinya hanya menunggu siapa saja yang memerlukan jasanya dan dalam laptop yang digunakan sudah ada pdf Swab PCR yang bisa langsung di ubah sesuai identitas dan tanggal yang akan digunakan.

“Untuk meyakinkan pemohon, pelaku meminta identitas pemohon dan hasil Swab serta surat keterangan perjalanan dari Lurah atau Kades dan untuk biaya pembuatan Swab PCR palsu diberi harga yang bervariasi, mulai dari Rp. 800.000 hingga Rp. 1.500.000. saat ini dari pengakuan pelaku sudah ada lima orang (korban) yang mengambil jasanya”. Jelas Kapolres.

Adapun Pelaku, berinisial H.E. S alias Hence (41), berprofesi sebagai ASN di Pemprov Sulut, Biro Protokol, bersama barang bukti hasil pemeriksaan swab no : usr -47855 atas nama Alfagi Rambega (palsu), kedua hasil pemeriksaan swab no : usr — 47855 atas nama Limi Mokodompit (asli), ketiga satu unit laptop merk Asus, model a407u warna abu-abu gelap, keempat satu unit printer Canon tipe mg25770s warna hitam dan kelima satu buah flashdisk merk Toshiba 8 GB warna biru navy”. Tutup Kapolres.

Untuk saksi-saksi yang diperiksa yakni, Alfagi Rambega orang yang menggunakan surat swab PCR palsu, Bakir Rambega orang yang meminta tolong kepada maryadi untuk membuatkan swab PCR, Maryadi orang yang menghubungi Hence (Pelaku) untuk pembuatan swab palsu, Wayan Artadana, Indra Masiga dan Erry W. Mailangkay sebagai petugas di KPP Bitung.

Dalam kegiatan juga di hadiri Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampow SE dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, Dr. Pitter Lumingkewas. (Wesly)

Related posts