Maurits Hengky Terus Berkomitmen Sosialisasikan Hari Tanpa Kendaraan Karena Hal Ini

Bitung, Redaksisulut – Pemerintah Kota Bitung terus berkomitmen untuk tetap mensosialisasikan kamis tanpa kendaraan dinas dan kendaraan pribadi bagi ASN, PPPK dan THL di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.

Hal itu terlihat sejak ditetapkannya hari tanpa kendaraan dimana Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri dan saat ini Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar saat menuju ke kantor menggunakan angkutan umum. Kamis, (1/9/2022).

“Hal ini harus dibiasakan dan semua harus di mulai dari sekarang agar menjadi kebiasaan, karena dampak dari tidak membawa kendaraan dinas atau kendaraan pribadi ke kantor akan membantu menyelamatkan lingkungan dari polusi udara, manfaat kesehatan, membantu pekerja angkutan umum dalam segi ekonomi, membantu memperlancar lalu lintas dan masih banyak lagi dampak positif dari kegiatan kamis tanpa kendaraan dinas dan kendaraan pribadi bagi asn, pppk dan thl di lingkungan pemerintah kota bitung”. Katanya.

Dari informasi, kamis tanpa kendaraan bermotor bagi Pemkot Bitung ini sudah di mulai sejak awal agustus dan dampak dari kebijakan ini adalah penghematan dari segi BBM yang terpakai untuk kendis dan kendaraan pribadi milik ASN, PPPK dan THL ini kurang lebih  Rp. 65.000.000.

Untuk penghematan dalam jumlah liter -/+ setara dengan 1 tanki 8KL per hari, dari sisi biaya, artinya bisa share ke transport umum sekitar 65 juta/hari. Disamping itu tentu manfaat sosial, lingkungan, dan kesehatan juga dapat dirasakan langsung oleh para pekerja/pengelola angkutan umum dan masyarakat pada umumnya karena berkurangnya emisi gas buang dari kendaraan bermotor.

Adapun di kutip dari Wikipedia : Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin.

Komposisi gas buang   : Sisa hasil pembakaran berupa air (H2O), gas CO atau disebut juga karbon monooksida yang beracun, CO2 atau disebut juga karbon dioksida yang merupakan gas rumah kaca, NOx senyawa nitrogen oksida, HC berupa senyawa Hidrat arang sebagai akibat ketidak sempurnaan proses pembakaran serta partikel lepas.

Dampak negative/Kerugian yang ditimbulkan dari emisi gas buang adalah: Pemicu hipertensi, Penyebab iritasi mata, Penurunan kecerdasan otak, Mengganggu perkembangan mental anak, Tenggorokan gatal dan batuk-batuk, Mengurangi fungsi reproduksi laki-laki.

Dan untuk strategi mengurangi emisi gas buang adalah dengan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor dan kedepan Pemerintah Kota Bitung akang terus mensosialisasikan terkait bebas kendaraan bagi ASN, PPPK dan THL di jajaran pemerintah Kota Bitung. (*/Wesly)

Loading