Legalisir Ijazah Cabup SGR Palsu, KPU Minut Minta Lengkapi Berkas

Minut-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Utara (Minut) menemukan, legalisir ijazah yang dimasukkan Shintia Gelly Rumumpe (SGR) ternyata palsu.

Temuan ini merupakan hasil verfikasi faktual KPU terhadap dokumen pendaftaran dari setiap bakal calon Bupati dan wakil Bupati Minahasa Utara.

Fakta mengejutkan tersebut diperkuat dengan keputusan KPU, Minggu (13/9/2020) dalam Rapat Pleno Terbuka Pemberitahuan Hasil Verifikasi Persyaratan Calon Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, dimana KPU telah mengembalikan berkas Shintia Rumumpe untuk diperbaiki.

“Diharap melegalisir ijazah di sekolah karena sekolah itu masih aktif,” bunyi putusan KPU untuk kelengkapan berkas SGR.

Sementara informasi resmi yang dihimpun wartawan, pihak Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur, Ade Yulia Narun, membantah telah menandatangani dan melegalisir ijazah atas nama Shintia Gelly Rumumpe.

Telah dicermati bukti tandatangan serta model legalisir antara yang asli serta milik SGR yang dimasukan ke KPU, sangat jauh berbeda.

Bahkan pihak Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur menunjukan data terakhir melegalisir ijazah yaitu pada pertengahan Agustus 2020.

Ini membuktikan tidak ada legalisir ijazah tanggal 4 September 2020 seperti dimasukan SGR.

“Saya sudah koordinasi dengan KPU dan Bawaslu, silahkan ditanyakan kesana,” ungkap Ade Narun.

Terkait hal itu, Ketua KPU Minahasa Utara Stella Runtu saat dikonfirmasi tidak mengapkir hasil temuan KPU saat melakukan verifikasi faktual terhadap legalisir ijazah SGR yang dipalsukan di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur.

“Ini dalam proses. Apa-apa yang tidak sesuai yang wajib dimasukan pada tahapan perbaikan. Tentu yang kami minta di tahapan perbaikan yang sesuai dengan regulasi,” ujar Stella.

Stella juga mengatakan, rata-rata ketiga pasangan calon memiliki berkas yang harus diperbaiki.

Senada dengan Stella Runtu, Komisioner KPU Minut Darul Halim menjelaskan, proses perbaikan dokumen akan berlangsung hingga 16 September 2020.

“Ini merupakan perbaikan yang terakhir. Jika tidak dilengkapi maka tidak ada lagi perbaikan selanjutnya. Proses perbaikan ini menentukan bakal pasangan calon memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat sebagai calon,” kata Darul.

Pada rapat pleno tersebut, telah hadir tiga bakal pasangan calon masing-masing, Joune Ganda-Kevin William Lotulung, Sompie Singal-Joppi Lengkong, Shintia Rumumpe-Netty Pantouw didampingi pimpinan partai pengusung.

Sedangkan pihak SGR sebelumnya membantah soal legalitas ijazah miliknya. “Masalah itu sudah selesai,” kata SGR. (T3)

Related posts