oleh

Lakalantas di Morut Capai 33 Kasus,10 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

Morut-Sesuai data yang dirilis oleh Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Morowali Utara (Morut), angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di bumi tepo asa aroa, sejak januari 2023 hingga saat ini mencapai 33 kasus, hampir mendekati perhitungan lakalantas di tahun sebelumnya sebanyak 55 kasus.

Pernyataan tersebut, disampaikan Kasatlantas Polres Morut, AKP Arta Dwi Kusuma kepada sejumlah wartawan, Senin (21/08/2023).

“Dari 33 kasus tersebut, tercatat sebanyak 10 orang dinyatakan Meninggal Dunia (MD), 27 orang Luka Berat (LB), dan 29 orang mengalami Luka Ringan (LR), ” kata Kasatlantas Arta Dwi Kusuma.

Menurutnya, sebagian besar penyebab terjadinya kecelakaan, diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta tidak lengkapnya komponen keselamatan pada kendaraan.

Kata dia, korban laka lantas juga paling tren didominasi oleh anak dibawah umur, dikarenakan kurangnya kesadaran orang tua dalam pengawasan terhadap anaknya dalam menggunakan kendaraan bermotor.

“Untuk memanimalisir kasus lakalantas yang terjadi, kami juga terus gencar melakukan patroli diwilayah rawan kecelakaan dan pemukiman padat penduduk, serta menggelar razia rutin untuk penegakkan hukum, ” ungkapnya.

Sementara itu, Personil Satlantas Polres Morut yang tergabung dalam operasi penjagaan, pengawasan dan penegakan (Gawasda), dipimpin langsung Kanit Turjawali, Aipda Aswan di Pos Lantas simpang tiga Desa Tompira, terus gencar melakukan razia terhadap para pengendara yang melintas diwilayah tersebut.

Aipda Aswan, menjelaskan, kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan sasaran operasi antara lain, pengendara yang menggunakan knalpot brong (bogar), tidak menggunakan helm dan tidak memiliki kelengkapan surat -surat dalam berkendara.

Disamping penegakan tersebut, pihaknya juga melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalulintas.

“Kami terus menghimbau, kepada masyarakat untuk tertib dalam berlalulintas, jangan ugal ugalan dijalan karena bisa membahayakan orang lain dan diri sendiri, termasuk orang tua untuk tidak membiarkan anak – anaknya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk berkendara, ” tandas Aswan. (*/NAL)