Manado – Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Manado DR Liny Tambajong mempresentase rancangan proyek perubahan Model Standar Pelayanan Perkotaan Kota Manado menggunakan PANADA LINI (Portal Analisis Data Lintas Instansi) dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat Pim) II, yang digelar di Kantor Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Provinsi Banten di Kabupaten Pandeglang, Rabu (4/9/2019) siang.
Bahkan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) memberikan support dan apresiasi terhadap rancangan proyek perubahan tersebut karena untuk kepentingan besar Kota Manado kedepannya.
Dijelaskannya, PANADA LINI ini adalah suatu model SPP yang tersistem sebagai alat untuk mengukur penyediaan layanan perkotaan, apakah sudah bisa dikategorikan sebagai Kota Layak Huni.
Hasil analisis SPP, lanjutnya, akan menghasilkan SPP manakah yang masih ada gap. Misalnya, pemenuhan air minum baru 67% yang terlayani, maka masih ada 33% yang harus dipenuhi oleh kota untuk pemenuhan pelayanan. Dimana saja yang belum terlayani, bisa dilihat dalam Aplikasi PANADA.
- RDP Komisi III DPRD Sulut: PT MSM Janji Benahi Jalan Nasional Girian–Likupang dalam Empat Bulan
- Annabelle Maliangkay Wakili Minut di Putri Otonomi Indonesia 2026, APKASI Resmi Buka Audisi 20 Besar
- Ingatkan Pemprov Sulut Serius Tindak Lanjuti Rekomendasi Dan Arahan BPK RI, Michaela Paruntu : DPRD Sulut Akan Pastikan Setiap Rekomendasi Ditindak Lanjuti Secara Maksimal
“Di PANADA LINI nantinya bisa dilihat berapa kebutuhan untuk Kota Manado dan berapa yang sudah terlayani. Sehingga pengusulan kegiatan perangkat daerah tepat sasaran,” jekas Kaban Liny. (*)








