Sulut-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut kembali menggelar Debat Publik Terbuka Kedua dari Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.
Setelah sebelumnya digelar di Kota Kotamobagu, debat kali ini dilaksanakan di Wale Ne Tou Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (23/10/2024).
Ketua KPU Sulut Kenly Poluan berharap ketiga Paslon dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelaborasi lebih dalam soal visi, misi, dan program para calon sesuai tema yang ditentukan.
“Dimana ketika nanti terpilih, bagaimana pemerintah daerah bisa mengutamakan peningkatan dalam sektor-sektor pembangunan sesuai dengan tema debat,” katanya.
- HKG PKK Ke-54, Pemprov Sulut Dorong Penguatan Peran Kader Menuju Indonesia Emas 2045
- Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Tinjau Sekaligus Serahkan Bantuan Kepada Masyarakat Kecamatan Marore Yang Terdampak Musibah Gempa
- Pembukaan FBKM 2026 Berlangsung Meriah, Walikota Andrei Angouw Ingatkan MBW Ruang Publik Masyarakat Manado
Lanjutnya, dengan pelaksaaan debat diharapkan masyarakat dapat menyimak, memperhatikan dan memperbincangan substansi program yang diangkat.
“Kami berharap masyarakat Sulut terutama pemilih yang menyaksikan di ruangan ini dan menyaksikan lewat televisi dan streming media sosial, radio dapat menyimak dan mengamati isu-isu programatik dalam debat kedua ini untuk bisa didiskusikan, berbincang di kampung-kampung, di ruang kopi, tempat kumpul dan kampus,” ujarnya.
“Masyarakat jangan lupa juga memperhatikan dan mendalami seluruh substansi serta isi program ketiga Paslon. Saksikan bagaimana mereka memproyeksikan isu-isu programatik sesuai tema debat,” kata Kenly.
Ia mengakui bahwa, dalam debat pertama KPU telah mengevaluasi berbagai kekurangan dan kemudian menyempurkan dalam debat kedua.
“Kami memohon maaf jika ada yang kurang,” ucapnya.
Debat kedua ini dibagi dalam tiga segmen, dengan menjawab pertanyaan secara acak dari 14 Panelis. Dan tema debat kali ini terdiri dari pendidikan, kesehatan, pemuda, olahraga, kesejahteraan, inklusi sosial, perlindungan perempuan dan anak disabilitas, juga penguatan demokrasi lokal, budaya, kearifan lokal, dan adat.
Ratusan aparat kepolsian, TNI dan Pol.PP berjaga baik diluar ruangan maupun dihalaman.
Nampak hadir, Bawaslu Sulut Erwin Sumampouw, Steffen Linu dan Donny Rumagit, dan Kapolda Sulut.
Terpantau hingga selesainya debat publik kedua, semuanya berjalan dengan aman dan lancar. (***)






