Ilustrasi
Manado – Ibu rumah tangga (IRT) berinisial AH (42) warga disalah satu Kecamatan Tombulu, menyambangi sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polresta Manado. Disana, dirinya melaporkan anak gadisnya sebut saja Melati (15), dibawa kabur oleh lelaki sering dipanggil Pian (20-an), warga Kelurahan Sario, Kecamatan Sario. Kejadian tersebut terjadi di rumah korban, sekitar 21.00 Wita, Sabtu (27/04) lalu.
Dari informasi yang dirangkum, awalnya terlapor datang ke rumah IRT ini. Disana, terlapor menjemput korban dan berpamitan kepada pelapor untuk menjengguk salah satu istri temannya yang sedang melahirkan. Karena sebelumnya sudah mengenal terlapor, IRT ini pun mengijinkan anaknya untuk pergi.
Satu jam kemudian, terlapor menelefon ibu korban dan mengatakan anaknya sudah pulang ke rumah. IRT ini menunggu di rumahnya. Namun, hingga larut malam anak kesayangannya itu tidak kunjung pulang ke rumah. Bahkan setelah dihubungi nomor telefon anaknya sudah tidak bisa. Merasa keberatan dengan terlapor yang sebelumnya membawa anaknya, IRT itu melaporkannya ke pihak berwajib.
- Peringati Harkitnas Ke-118, Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara Dengan Semangat Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
- Dapat Tanah Orang Tua, Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
- Perkuat Kepastian Hukum Untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Manado Iptu Tommi Oroh, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Laporannya sudah diterima dan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Oroh. (Dwi)








