Bolmong – Hujan yang terus turun Semalam dan mengguyur wilayah Dumoga raya mengakibatkan meluapnya air sungai Ongkag Dumoga menyebabkan terjadinya banjir bandang.
Dari pantauan langsung media ini, Sabtu (25/07), puluhan rumah hampir semua desa yang ada di wilayah Dumoga Raya digenangi air setinggi 1 sampai 2 meter.
Lain halnya banjir yang terjadi di Desa Kosio, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dimana jembatan yang ada didesa tersebut putus total.
Jembatan ini merupakan sarana penghubung antara Kabupaten Bolmong, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Propinsi Gorontalo.
Kepala Desa (Sangadi-red) Desa Kosio Remmy Dolot, saat dihubungi wartawan mengatakan hujan telah mulai turun sejak Jumat (24/07) kemarin, sehingga mengakibatkan banjir meluap mengakibatkan jembatan yang ada di desanya putus.
“Wilayah Dumoga Bersatu mulai diguyur hujan lebat sejak kemarin sore sekitar pukul jam 18.00 wita hingga pagi ini (25/7), dan sekitar jam 04.00 terjangan banjir mengakibatkan jembatan yang ada di desa ini putus akibat kikisan banjir,”jelas Dolot.
Lanjut dikatakan, meski banjir menghantam desanya dan mengakibatkan kerugian materi namun tidak ada korban jiwa.
Ada 16 rumah warga dengan rincian 3 unit rusak berat serta 13 rumah rusak ringan, juga hewan pelihara yang hanyut sampai saat ini masih menunggu data yang akan dilaporkan masyarakat.
Dolot berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara agar cepat dan tanggap mengatasi musibah ini.
”Kami atas nama masyarakat terutama yang berada di desa Kosio dan desa Kosio Barat meminta kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provisi bahkan Pemerintah Kabupaten untuk dapat melihat dan memperhatikan akan musibah ini, karena jembatan yang putus ini merupakan alat yang vital untuk aktifitas apalagi jalan dan jembatan ini menjadi jalan transportasi kendaraan yang dari Provinsi Gorontalo,”tukasnya.
Dia juga berharap dinas terkait untuk segera membantu terutama kebutuhan emergency yang sangat mendesak bagi masyarakat yang terkena dampak seperti sandang dan pangan. (*)














