Bitung-Hasil lomba pada kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bitung, belum lama ini diduga tertukar, khususnya disalah satu tingkat kecamatan.
Dari data yang diperoleh, pentapan itu berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Nomor: 33/SK/DIKBUD/2026 pada 26 Mei 2026 lalu.
Data lampiran tersebut, sebanyak 21 siswa/siswi berserta daftar sekolah mewakili Kota Bitung di tingkat Provinsi.
Menariknya, sejak ditingkat Kecamatan, hasil juara Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS2N diduga dimanipulatif.
Hal ini terlihat di Kecamatan Girian. Dari rekapan hasil lomba O2SN dan FLS2N, terdapat 2 pengiman yang berbeda. Yang satu sempat dianulir oleh panitia. Hal tersebut diakui oleh salah satu orang tua siswa.
- Menteri Nusron Ingin Target PTSL 2027 Ditambah, Perluas Kepastian Hukum Bagi Masyarakat
- Bahas Rencana Kerja TA 2027 Dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp.10 Triliun
- Laporkan Progres Dukungan KSPEAN Papua Selatan, Wamen Ossy Tegaskan Landasan Kuat Agenda Pembangunan Nasional
“Iya, benar. Sempat dua kali pengumuman hasil lomba O2SN dan FLS2N di Girian. Disitu yang juara beda-beda nama, ujar sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan ini.
Meski demikian, sumber media ini tak mengetahui secara pasti penyebab panitia menganulir hasil awal. Menurutnya, tidak ada penjelasan secara spesifik kepada siswa maupun orang tua dari panitia
“Untuk alasannya saya tidak tau. Tapi, yang pasti ada perubahan hasil dalam pengumuman tersebut, seperti yang awalnya juara 1 digeser jadi juara 2 dan juara 2 menjadi juara 1,” jelasnya.
Dirinya kata sumber tersebut, tidak mempersoalkan hasil tersebut. Hanya saja, ia berharap panitia lebih profesional dan terbuka dalam melakukan metode penilaian lomba.
“Saya harap panitia kedepan lebih baik lagi. Apalagi lomba O2SN dan FLS2N di tingkat SD ini dilakukan secara berjenjang hingga ke tingkat nasional,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kota Bitung, Fonny Tumindo, SPd, MAP melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Patmos Supari saat dikonfirmasi sempat mengatakan, hasil dari lomba O2SN dan FLS2N ada ditingkat kecamatan. “Kami di Dinas hanya menerima hasil yang dikirim oleh kecamatan,” kata Supari.
Dijelaskannya, yang mengikuti lomba di tingkat kota adalah mereka yang juara 1 di tingkat kecamatan.
“Ditingkat kota kami laksanakan dengan sistim daring. Setiap peserta yang juara 1 di tingkat kecamatan, berhak ikut ditingkat kota, dengan cara mengirimkan vidio ke dalam sistim, yang nantinya dinilai oleh tim juri,” jelas Supari.
Ditanya ada yang “hanya” juara 2 ditingkat kecamatan, tapi diikut sertakan di tingkat kota menurut Supari, hal itu dikarenakan yang juara 1 tidak mengirimkan vidio atau tidak mengikuti lomba.
“Mungkin yang juara 1 tidak mengirimkan vidio. Jadi panitia ditingkat kecamatan mengutus yang juara 2,” pungkasnya. (hzq)






