Manado – Tiga remaja masing masing berinisial RS alias Roman (18), RM alias Rivai (20) dan HW alias Haikal (15), yang ketiganya warga Kelurahan Malalayang Satu Barat Lingkungan II Kecamatan Malalayang, kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Pasalnya, mereka bertiga telah melakukan penganiayaan secara bersama sama terhadap Jeremia Obrien Kaawoan (21) warga Kelurahan Malalayang Satu Barat Lingkungan I Kecamatan Malalayang. Ketiga pelaku diamankan di rumah mereka masing masing, Rabu (3/6) Kemarin.
Menurut informasi yang dirangkum, peristiwa itu berawal saat korban yang diketahui seorang mahasiswa ini sedang berada di depan rumahnya. Tiba tiba ketiga pelaku melintas di depan korban dengan maksud untuk pulang ke rumah. Namun, salah satu pelaku mendengar kalau korban mengeluarkan kata kata kasar terhadap ketiga pelaku.
Tak terima dengan perkataan tersebut, ketiga pelaku balik ke arah korban dan menganiaya korban secara membabi buta. Melihat korban sudah tak berdaya, ketiga pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban yang tidak terima dengan perbuatan para pelaku, mendatangi Mapolsek Malalayang untuk membuat laporan kepolisian.
Berdasarkan laporan LP/217/V/2020/SPKT/sek. Malalayang, Tim Lipan Polsek Malalayang langsung bergerak mencari keberadaan para pelaku. Alhasil ketiga pelaku dapat diamankan di rumah mereka masing masing. Selanjutnya digiring ke Mapolsek Malalayang untuk proses lebih lanjut.
- Resmikan Kampung RA Dan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Pekalongan, Sahli ATR/BPN Harapkan Kesejahteraan Masyarakat Terwujud
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kolaborasi PLN UID Suluttenggo dan Pemprov Sulut Bersihkan Kawasan Malalayang Beach Walk
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Budaya Clean Energy Day Lewat Gerakan 1 Hari Tanpa BBM
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Malalayang Ipda M Pasaribu ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut, “saat ini ketiga pelaku sudah dijebloskan kedalam sel dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” Pungkasnya. (Dwi)






