1200 Penari Masamper Meriahkan Pagelaran Adat Tulude di Kota Bitung

Bitung – Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Pariwisata secara konsisten menyelenggarakan beragam event berskala nasional dan internasional untuk dapat mencitrakan Kota Bitung sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Pada kegiatan ini turut diundang pula berbagai tamu dari Negara sahabat, serta mitra – mitra strategis pemerintah kota dalam mengembangkan aspek pariwisata.

Walikota Bitung Max Lomban dalam sambutannya mengaku bahwa pelaksanaan Pagelaran Adat Tulude tahun 2019 memang sengaja dikemas berbeda tanpa meninggalkan makna utama dari Tulude itu sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan minat pariwisata.

“Saya minta pada panitia agar pelaksanaan Tulude tahun ini dikemas berbeda tanpa meninggalkan ciri khas dan makna dari Tulude itu sendiri, karena kita berharap bahwa Kota Bitung selain mengandalkan perikanan kita juga mendorong pariwisata kita untuk maju agar perekonomian masyarakat bisa naik,” ucap Lomban.

Gelar adat Tulude merupakan kegiatan Event Colorfull of Bitung yang dirancang untuk dapat menarik beragam wisatawan dari seluruh daerah untuk mengunjungi Kota Bitung.

Dikemas dengan konsep berbeda menghadirkan kegiatan yang bersifat Tontonan dan Tuntunan bagi seluruh pengunjung.

Sajian seni music, Tari dan Sastra merupakan bentuk Kolaborasi dari seniman Tradisi Tagonggong, Musik Bambu Gita Samudera – Batu Lubang Lembeh, Paduan Suara Bitung Bahari Berseri, Kelompok Masamper dan Music Kontemporer barat. Secara kolaboratif yang dipimpin oleh Saudara Max Galatang dan Jacq Lawalata

Ditampilkan pertunjukan masamper massal melibatkan lebih dari 1200 penari dari sekolah- sekolah se- Kota Bitung. Bentuk Penyajian Masamper di tata sedemikian rupa menjadi bentuk baru bagi Kota Bitung

Dilaksanakan didestinasi Wisata Baru, Pantai Sari Manembo – nembo yang dirancang sebagai destinasi Wisata budaya baru bagi Kota Bitung

Ketua Ikatan Kekeluargaan Sangihe, Sitaro dan Talaud (IKKSAT) Mohtar Parapaga mengatakan, Tulude pada hakekatnya adalah kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa) atas berkat-berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu. Serta melepaskan tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru.

Pesta Adat Tulude ini, dimulai ketika Walikota Max Lomban bersama ibu dan Wawali Maurits Mantiri bersama ibu dan sejumlah wisatawan asing tiba di lokasi pelaksanaan dan disambut secara adat dengan berbagai tarian khas Sangihe.

Dalam pegelaran tersebut ditampilkan pameran Budaya Sangihe yang menyajikan beragam informasi, pengetahuan terkait budaya sangihe,yang di rancang oleh Sam Muhaling yang adalah budayawan Sangihe bekerjasama dengan Museum Negeri Sulawesi Utara dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara. (*/Advetorial)

Related posts

Leave a Comment