Jakarta,-Perupa Yusuf Susilo Hartono (YSH) bersama para perupa muslim/muslimah sedang menggelar pameran seni rupa Islami “Marhaban ya Marhaban” 1446 H / 2025 M, di Galeri Neo, Jakarta Pusat. Guna menyambut dan merayakan bulan suci Ramadhan.
Di lantai 2 galeri yang luas itu, bertaburan ekpresi seni islami dari 15 perupa yang memuliakan asma Allah, menegakkan harkat perempuan, do’a untuk saudara-saudara Palestina yang sedang terjajah zionis, dll., dalam bentuk kaligrafi, lukisan kaligrafi hingga instalasi kontemporer. Pameran yang diresmikan oleh cendekiawan muslim Prof. Komarudin Hidayat, mantan Rektor UIN dan UII, berlangsung 22 Februari- 9 Maret 2025.
“Sebagai satu kesatuan, 15 seniman dengan 42 karya ini menciptakan sejarah kecil dalam skala sejarah seni di Indonesia dengan menghadirkan berbagai keunikan, terobosan dan inovasi,” tutur Okky Madasari, selaku kurator.
Berbeda dengan yang lain, YSH yang dikenal sebagai perupa, jurnalis dan penyair, memajang tiga lukisan kaligrafi dengan medium akrilik pada kanvas berbagai ukuran. Dengan sumber ide yang berbeda-beda, mulai dari aspek eksistensi, kultural, hingga aspek kemanusiaan.
- Ranperda Perubahan Penyertaan Modal Kandas, Perumda Air Duasudara Kembali Gunakan Perda Nomor 5 Tahun 2021 Bitung- Kandasnya pembahasan Rancangan Perubahan Perda (Ranperda) Tentang Perubahan Perda nomor 5 tahun 2021 tentang penyertaan modal untuk perusahaan daerah (Perumda) air minum Dua Sudra, kandas di DPRD Bitung. Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang membahasa ranperda tersebut, habis masa tugas pada 3 Juli 2026 lalu. Sementara Ranperda tersebut tak kunjung ditetaplan sebagai Perda oleh DPRD. Ketua Pansus Ranperda Penyertaan Modal, Devi Honce Barakati mengatakan, tidak ditetapkannya ranperda tersebut menjadi Perda dikarenakan data.yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bitung mengalami beberapa perubahan.dan tidak lengkap. “Awalnya dari Dinas PU berikan 12 item. Kemudian berubah jadi 10 item. Dari 25 miliar, berubah jadi 23 miliar. Sementara datanya tidak lengkap. Bagaimana kami harus membawa ke paripurna. Padahal kami sudah melaksanakan rapat sebanyak 23 kali untuk membahas ranperda ini,” jelas Barakati. Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Dua Sudara Bitung, Alfred Salindeho, SS MM yang konfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan tidak ditetapkannya perda tersebut, karena menurut Salindeho, jika tidak ada perubahan Perda, maka pihaknya akan kembali mengacu pad perda yang nomor 5 tahun 2021 tentang penyertaan modal Pemkot ke Perumda Air. “Di perda nomor 2021, itu penyertaan modal 30,7 miliar rupiah. Akan tetapi saya sudah berkomitmen, selama saya menjabat, tidak akan pernah mengajukan proposal pencairan dana ke Pemkot Bitung, meskipun perda penyertaan modalnya ada. Kami masih mampu survive hingga saat ini. Bahkan kami memberikan deviden ke Pemkot,” kata Salindeho. Terkait aset yang dari Dinas PU menurut Salindeho, Perumda Air hanya serah terima kelola, bukan diterima sebaga aset, karena belum ada payung hukum untuk diserahkan sebagai aset dalam bentuk Perda. “Ini kan sebenarnya rekomendasi BPK untuk supaya Pemkot segera menyerahkan ke Perumda. Tapi harus ada Perda sebagai payung hukum. Untuk saat ini kami hanya ada serah terima kelola dari Dinas PU terkait aset yang ada. Belum menjadi milik kami Perumda. Itu semua aset senilai puluhan miliar, masih milih Pemkot, dalam hal ini Dinas PU. Jadi kalau Ranperda perubahan ini tidak disahkan, itu bukan urusan kami,” jelas Salindeho. (hzq)
- Sekda Tomohon Hadiri Konsultasi Publik KUA-PPAS 2027
- Tomohon Gelar Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup 2026, Sekda Resmi Membuka Ajang Pembinaan Atlet
Dzikir Visual
Mari kita simak satu-persatu. Lukisan Bulan Sabit di Palestina (2025), warnanya mengacu pada bendera Palestina : merah, putih, hijau dan hitam. Ditambahkan warna emas (simbol keagungan) pada lafad “la haula wala quwwata illa billah”, dengan ekornya berbentuk bulan sabit. Menggambarkan imaji langit Gaza yang penuh dengan asap, api, darah, dan roh yang melayang, akibat hujan bom, peluru kendali, dan nafsu zionis Israel untuk menghabisi perempuan dan anak-anak Palestina yang tidak berdosa. Lukisan ini doa untuk kemerdekaan Pallestina.
Lukisan Aku Berzikir Maka Aku Ada (2025) meminjam cogeto ergo sum Descartes, visualnya tampil unik. Menggunakan elemen tasbih yang melingkar sebentuk imaji wajah, dan tulisan tulisan Hu Allah, menggantikan “bibir”, merepresentasikan dzikir (ingat) seorang hamba kepada Sang Pencipta, di sembarang tempat dan waktu. Dalam dunia sufi Hu Allah bermakna “satu-satunya Dia saja”. Hu berarti Allah itu sendiri.
Sedangkan lukisan Yasin, maka Bergetarlah Bumi dan Langit (2024/2025), diilhami oleh kebiasaan tahlilan di kalangan sebagian umat Islam di Jawa, dengan aksesoris sinkretisme kembang dan tumpeng. Bagi yang percaya, ketika surat Yasin dilantunkan, maka langit dan bumi terasa bergetar.
Meski YSH bukan kaligrafer, dalam proses kreatif dan karya-karya lukisan dan puisinya, kental dengan nafas religius. Mulai tekun berkarya mulai 1980-an di Bojonegoro, Jawa Timur, dan tambah gigih saat hijrah ke Jakarta (1986) sampai sekarang. Pemegang kartu Wartawan Utama Dewan Pers 2017, itu menggelar pameran Retrospeksi 40 Tahun Berkarya : Among Jiwo, di Museum Nasional, 2022. Telah belasan kali pameran tunggal di berbagai tempat, diantaranya Galeri Nasional, Taman Ismail Marzuki (TIM), Pusat Kebudayaan Jepang, Balai Budaya, dan Bentara Budaya Jakarta. Finalis Philip Morris Art Award tahun 2000, pernah pameran bersama dengan banyak tokoh perupa Indonesia, diantaranya Basoeki Abdullah, Nashar, Daoed Joesoef, Hardi, GM.Sudarta, dan Ipe Maaroef. (nav)






