Manado-Kepercayaan yang diberikan kepada Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, untuk mengoordinasikan seleksi Elite Pro Academy (EPA) 2026 wilayah Sulawesi Utara menjadi bukti kiprahnya dalam pembinaan sepak bola usia muda. Melalui ajang ini, ratusan talenta terbaik daerah mendapat kesempatan membuka jalan menuju kompetisi profesional hingga Tim Nasional Indonesia.
Seleksi EPA 2026 mulai digelar di Stadion Klabat Manado, Sabtu (4/7/2026), dan diikuti 169 pesepak bola muda dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di bawah arahan pelatih pusat Mukhlis Nur yang didampingi legenda sepak bola Sulut Rudy Manumpil serta pelatih Minahasa Utara Marzelino Polii.
Dari total peserta, sebanyak 69 pemain berasal dari Kabupaten Minahasa Utara. Seluruh biaya pendaftaran mereka, termasuk pengadaan jersey senilai Rp300 ribu per peserta, ditanggung langsung oleh Joune Ganda. Tidak hanya itu, mantan Ketua PSSI Sulawesi Utara tersebut juga memberikan subsidi kepada peserta dari daerah lain di Sulawesi Utara sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan kesempatan bagi talenta muda.
Saat dikonfirmasi, Joune Ganda membenarkan dirinya mendapat mandat dari Akademi Sepak Bola Garudayaksa Indonesia untuk mengoordinasikan pelaksanaan seleksi EPA 2026 di Sulawesi Utara. Akademi tersebut merupakan lembaga pembinaan sepak bola yang dibentuk sebagai bagian dari pengembangan talenta nasional.
- Sekwan Niklas Silangen Mengikuti Rapat Perdana Panitia Pelaksana HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Dan HUT Provinsi Ke-62
- Pemprov Sulut Matangkan Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-62 Provinsi Sulut
- Manado Juara Diterima Walikota Andrei Angouw, Tiga Penghargaan Inovasi Administrasi Kependudukan Diserahkan Gubernur Yulius Selvanus
Menurut Joune, Elite Pro Academy merupakan jalur strategis dalam menjaring pemain-pemain potensial yang nantinya dipersiapkan menjadi pesepak bola profesional melalui sistem pembinaan berjenjang.
“Seleksi ini bukan sekadar mencari pemain berbakat, tetapi menjadi pintu masuk bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk meniti karier di level profesional. Mereka yang lolos dari Manado akan mengikuti seleksi lanjutan dan pembinaan intensif di Akademi Garudayaksa Indonesia di Bogor,” ujarnya.
Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi akan memperoleh kesempatan bergabung dengan program Elite Pro Academy, kompetisi pembinaan pemain muda yang menjadi pemasok utama klub-klub Liga 1 Indonesia.
Joune menilai, pembinaan usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun kembali prestasi sepak bola daerah. Pengalaman itu pernah ia buktikan saat memimpin PSSI Sulawesi Utara, yang melahirkan sejumlah pemain potensial, salah satunya Marselino Imanuel Pasha Siauta. Pemain PSM Makassar U-20 tersebut kini mendapat kesempatan mengikuti seleksi Tim Nasional Indonesia U-20.
Ia menambahkan, penyelenggaraan seleksi EPA di Sulawesi Utara sejalan dengan program pemerintah pusat dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola nasional, sekaligus mendukung visi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Bumi Nyiur Melambai.
Dukungan pemerintah provinsi juga diwujudkan melalui penyediaan Stadion Klabat Manado sebagai lokasi pelaksanaan seleksi.
“Semoga semakin banyak putra-putri Sulawesi Utara yang mampu lolos seleksi, berkembang menjadi pemain profesional, dan suatu saat memperkuat Tim Nasional Indonesia. Ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Joune Ganda. (T3/*)






