SULUT – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw menutup secara resmi pelatihan dasar CPNS gelombang 1 dan 2 Pemprov Sulut Tahun 2020 di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (3/9/2020).
Dalam penutupan latsar CPNS nampak hadir, Asisten 3 bidang administrasi umum Gemmy Kawatu, Kepala BPSDM Roy Tumiwa dan Kepala BKD Femmy Suluh.
Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw menerangkan bahwa dengan selesainya latsar CPNS, bukan berarti para peserta latsar telah selesai dengan proses belajar.
Menurutnya, para peserta latsar yang sebagian besar merupakan tenaga guru tersebut harus menyadari bahwa setiap tahap pendidikan dan pelatihan yang dilalui merupakan langkah ke tahap berikutnya. Karena itu diharapkan setiap ASN tidak hanya memiliki kecerdasan namun harus menjunjung tinggi integritas yang harus diinternalisasikan dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas keseharian sebagai seorang ASN.
- Buntut Tidak Paham Pemuatan Hak Jawab, Oknum Wartawan Minsel Terancam Dicabut KTA PWI
- Komisi I DPRD Sulut Pertanyakan Program Di Dinas PMD Terkait Fasilitas Penetapan Dan Penegasan Batas Desa
- Wagub Victor Mailangkay Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda
“Jangan pernah ada peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jangan terjadi itu. Guru harus beri contoh, beri teladan dan beri role model. Jadikanlah integritas sebagai yang utama karena tanpa itu dedikasi, loyalitas tidak akan jalan,” kata Kandouw.
Kandouw juga meminta seluruh CPNS menjauhi sifat konsumtif setelah dinyatakan resmi sebagai PNS.
“Saya selalu ingatkan mindset konsumtif harus diubah. Kalau sudah seratus persen PNS, so boleh cicil mobil atau motor. Ini suatu hal yang tidak bijak,” pesan Kandouw.
Lebih lanjut, Wagub meminta kepada peserta latsar untuk terus mengembangkan kemampuan untuk menunjang karir di masa depan.
“Jangan berpikir proses belajar selesai. Seorang PNS harus berdayakan diri mengikuti perkembangan jaman yang makin hari makin canggih,” tutup Kandouw. (*/JM)






