MANADO – Industri pariwisata Kota Manado mulai menggeliat kembali, meskipun belum normal setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19.
Memasuki adaptasi baru industri pariwisata Manado, para pelaku usaha wisata harus terus dibekali dengan ilmu untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata yang profesional.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Manado Dra Neivy Lenda Pelealu MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Sumber Daya Pariwisata Steven Runtuwene SSos, saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Biro Perjalanan Wisata, di Sintesa Peninsula Hotel, Selasa (17/10).
Menurutnya, sebagai salah satu pelaku usaha yang berhubungan langsung dengan industri pariwisata, biro perjalanan wisata harus memiliki kompetensi di bidang pariwisata.
- Jani Lukas Optimis Nilai Indeks Inovasi Daerah Sulut Capai Angka Maksimal, Targetkan Predikat Sangat Inovatif
- Selang Mei, Polres Amankan 1.358 Butir, Bitung Darurat Obat Terlarang Jenis Trihexyphenidyl
- Wujudkan Keadilan Energi, PLN UID Suluttenggo Bersama BPKP Sulawesi Tengah Kawal Akuntabilitas Program BPBL dan Listrik Desa di Wilayah PLN UP3 Luwuk
“Biro perjalanan wisata harus memliki kompetensi karena selalu berhubungan langsung dengan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karena, nama baik Kota Manado ada ditangan biro perjalanan sehingga perlu diseleksi dan diuji secara ketat apakah layak sebagai biro perjalanan wisata,”tandas Runtuwene.
Dikatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado memberikan peluang bagi biro perjalanan untuk mempromosikan serta mendatangkan wisatawan ke Manado.
“Pemerintah tentunya memberikan peluang seluas-luasnya kepada biro perjalanan wisata untuk berkreasi menarik banyak wisatawan datang berwisata di Manado, meskipun saat ini terbatas karena adanya pandemi Covid-19,”tukas Runtuwene, seraya berharap biro perjalanan wisata di Manado menjadi perusahaan yang profesional. (*)






