Terdakwa Kasus Pencabulan Dituntut 14 Tahun Penjara

Manado – Sidang perkara kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan terdakwa Nolfi Sangadi (46), kembali bergulir di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (23/4) sore tadi. Dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Dimana, didepan majelis Hakim Hj Halidja Wally SH MH, Halima Umaternate SH MH, dan Immanuel Barru SH, JPU Ferra Ervina Muslim SH menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 14 tahun denda 500 juta subsider 3 bulan.

“Dengan ini menuntut terdakwa Nolfi Sangadi dengan ancaman hukuman penjara selama 14 tahun dengan denda 500 juta subsider 3 bulan,” ujar Ferra Ervina Muslim.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, ketua majelis hakim Hj Halidja Wally SH MH langsung menutup persidangan dan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembelaan dari penasehat hukum terdakwa.

Perlu diketahui Diketahui dalam dakwaan JPU terdakwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat lagi dalam bulan Desember tahun 2018, bertempat di Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

Terdakwa menyuruh ketiga saksi korban pergi ke garasi mobil tempat terdakwa bekerja, namun ketiga saksi korban tersebut tidak mau dan kemudian terdakwa mengatakan akan memukul dan membunuh jika mereka lari sambil menunjukan sebuah pisau kepada ketiga saksi korban.

Setelah itu terdakwa mengajak saksi korban P masuk ke dalam garasi, sedangkan saksi korban D dan saksi korban Z menunggu didepan garasi. Kemudian terdakwa langsung membuka celana saksi P hingga paha, kemudian terdakwa memegang dan menaikan turunkan jarinya ke vagina saksi korban. Setelah selesai saksi P langsung memakai celana dan keluar. Selanjutnya terdakwa memanggil saksi korban Z masuk ke dalam garasi, kemudian terdakwa membuka celana saksi korban, lalu terdakwa memegang dan menaik turunkan jarinya ke vagina saksi korban.

Selanjutnya terdakwa memanggil saksi D masuk kedalam garasi dan menyuruh saksi korban D, untuk duduk didalam mobil, kemudian terdakwa membuka celana saksi korban sebatas lutut dan meraba-raba kemaluan saksi menggunakan jari terdakwa.

Setelah selesai terdakwa menyuruh ketiga saksi anak tersebut menunggu. Namun saat terdakwa pergi buang air kecil, ketiga saksi anak tersebut langsung lari meninggalkan terdakwa.

Perbuatan keji terdawa dia kembali lakukan kedua kalinya, pada bulan Desember 2018. Bahkan seorang saksi korban yang masih dibawa umur ini, disetubuhi terdakwa di dalam kamar. Hal itu diakui seorang saksi pada polisi. Bahkan dalam pemeriksaan dokter, terdapat robekan pada kemaluan korban. (Dwi)

Related posts

Leave a Comment