Tomohon – Steven Kandouw, Ketua Umum KONI Sulut mewanti-wanti soal pengelolaan dana hibah untuk KONI.
Hal itu disampaikan Steven Kandouw Ketika melantik Pengurus KONI Tomohon di Vila Emita Tomohon, Jumat (2/7/2021).
Kandouw berujar Tiap tahun KONI dibekali hibah dari pemerintah bersumber dari APBD.
“Jangan sampai, pengelolaan ini bermasalah, sebab itu Bendahara harus berintegritas”
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
Di kesempatan itu, Steven memperkenalkan ke Pengurus KONI Tomohon, Bendahara baru KONI Sulut bernama Alvin Talulu.
Alvin kata Steven, direkomendasikan menjadi Bendahara Umum KONI
“Alvin ini dari Jakarta ditunjuk Gubernur,” kata dia.
KONI Sulut akan mendapat hibah sebesar Rp 17 miliar
“Perlu dari integritas, Alvin ini dulu dari OJK,” ungkapnya
Ia berharap, KONI Tomohon juga dapat dana hibah yang cukup.
Ia menyebut ada 3 organisasi yang wajib mendapat hibah tiap tahun.
Pertama, Palang Merah Indonesia (PMI)
Kedua, Pramuka.”Tidak main – main di tengah krisis kebangsaan akhirnya ingat Pramuka,” ungkapnya.
Ia menyorot saat ini banyak anak – anak, Pancasila pun tak hafal.
Ketiga, wajib dapat dana hibah itu KONI
“Saya senang ada ketua DPRD Tomohon (Djemmy Sundah), hibah koni jang pele-pele,” (jangan menghalang-halangi) ujarnya. (*/JM)






