Manado – Seorang lelaki berinisial JP alias Anto (29) warga Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, diringkus Tim Paniki Rimbas I Polresta Manado, karena telah melakukan sodomi terhadap anak dibawah umur berinisial E (9) warga disalah satu Kecamatan Mandolang. Lelaki yang diketahui buruh tani ini diringkus saat berada di rumah temannya yang berada di Kecamatan Mandolang, Kamis (19/8) sekitar 15.30 Wita.
Menurut informasi yang dirangkum, perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah korban menceritakan semua perbuatan pelaku kepada tantenya. Dimana, pada Rabu (18/8) sekitar 19.30 Wita, pelaku yang diketahui adalah paman korban mendatangi rumah korban dan memanggil korban untuk pergi menangkap bebek disalah satu rumah kosong yang tak jauh dari rumah korban.
Saat berada di rumah kosong tersebut, pelaku membekap mulut korban dan membuka celana korban, kemudian terjadi tindak kekerasan seksual tersebut. Tidak hanya sampai disitu, pelaku juga memaksa korban untuk menghisap kemaluan pelaku.
Merasa geram dengan perbuatan pelaku, korban didampingi tantenya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Manado.
- Umar Karim Serap Aspirasi Masyarakat Desa Dunggala, Soroti Persoalan Pendataan Desil
- Club Futsal Marvel Jr Dan Marvel Korololama, Targetkan Juara di Open Turnamen IPM Dan Putri Cantal Cup 1 2026
- Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Listrik Pulau Dudepo, GM PLN UID Suluttenggo Tinjau Langsung Pemasangan Kabel Listrik Bawah Laut
Berdasarkan laporan tersebut, Tim Paniki yang dipimpin Aipda Jemmy Mokodompit ini langsung bergerak mencari keberadaan pelaku. Alhasil, tak butuh waktu lama pelaku berhasil diringkus saat berada di rumah temannya yang berada di Kecamatan Mandolang. Selanjutnya digiring ke Mapolresta Manado untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin SHut SIK, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut, “saat ini pelaku sudah dijebloskan ke dalam sel dan akan segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (Dwi)








