Minut-Kongres Biasa PSSI Sulawesi Utara 2025 tak sekadar menjadi agenda laporan tahunan, tetapi berubah menjadi indikator kuatnya loyalitas anggota terhadap kepemimpinan Joune Ganda.
Hampir seluruh peserta yang hadir menyerukan agar sang ketua petahana kembali menakhodai organisasi sepak bola tersebut untuk periode mendatang.
Seruan “dua periode, lanjutkan!” terdengar bergemuruh di dalam forum, menunjukkan besarnya dukungan yang mengalir untuk Joune. Seruan itu muncul spontan dan langsung diikuti peserta lainnya.
Dalam forum tersebut, Joune Ganda menekankan bahwa Ordinary Congress adalah kewajiban organisasi sekaligus ruang strategis menyampaikan laporan kinerja serta menyerap masukan untuk program 2026. Ia menyebut agenda ini penting untuk mengukur capaian pembangunan sepak bola Sulut sepanjang 2024–2025.
Lebih jauh, Joune menegaskan bahwa arah pembinaan pemain usia dini menjadi fokus utama PSSI Sulut. Penguatan fondasi atlet muda, katanya, akan menjadi kunci kemajuan sepak bola daerah.
“Kita berharap perkembangan sepak bola Sulawesi Utara terus meningkat. Potensi usia dini harus kita angkat dan bina, sehingga ketika mereka siap, mereka bisa masuk ke dunia profesional. PSSI Sulawesi Utara akan menjadi rumah pembinaan mereka,” ungkap Joune.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan persiapan Liga 4 yang sudah memasuki tahap final. Seluruh kompetisi, tegasnya, harus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Persiapan Pra PON Sulut pun digeber lebih cepat. Joune menjelaskan kebijakan percepatan itu bertujuan membentuk tim yang lebih matang melalui proses pelatihan yang lebih panjang.
“Walaupun PON masih lama, kita ingin persiapan lebih cepat, mulai dari penjaringan pemain hingga pelatihan agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kongres Luar Biasa PSSI Sulut dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2025, yang akan menjadi panggung pemilihan ketua baru sekaligus menentukan arah perjalanan organisasi ke depan. (T3/*)














