Tahuna – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, merespon peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari stasiun Meteorologi maritim Bitung.
Dalam peringatan dini tersebut dikatakan waspadai banjir pesisir atau (rop) akibat fase bulan purnama terhitung dari hari ini 17 sampai 20 Januari 2022, terjadi pasang air laut maksimum yang lebih siknifikan terjadi di wilayah pesisir Utara dan Timur Sangihe.
Juga dalam peringatan itu agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi akibat fenomena alam tersebut.
Menyikapi hal itu, pemerintah melalui sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan, agar masyarakat tidak mengabaikan setiap informasi yang di keluarkan oleh BMKG bila perlu mengudate informasi setiap saat agar mengetahui perkembangan cuaca di wilayah kepulauan Sangihe.
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
- Resmikan Museum Negeri Provinsi Sulut, Fadli Zon Puji Kepemimpinan Gubernur Yulius Peduli Dengan Budaya Daerah
“Pemerintah tentu mendorong masyarakat agar tetap waspada bila perlu harus update informasi terbaru terkait perubahan cuaca” kata Wolf.
Menurutnya, wilayah kepulauan Sangihe memang cuacanya sewaktu-waktu berubah jadi perlu informasi dini agar masyarakat khususnya para nelayan dapat mengakses dan mengetahui perkembangan cuaca sehingga terhindar dari musibah.
Selain itu kata Wolf, banjir rop sering terjadi di wilayah kepulauan Sangihe dan fenomena ini menjadi hal biasa air bisa naik sampai menggenangi jalan termasuk area pasar Towoe. “Ini sering terjadi di Sangihe akan tetapi kita tetap waspada” kunci Wolf. (*/YL)








