Resmikan PUSPAGA,dr Devi : Dinas P3AD Dukung Pemkab Bolmut Raih KLA

Sulut – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Provinsi Sulut dr. Kartika Devi Tanos, MARS, didampingi Bupati Bolmut Drs. Depri Pontoh melaksanakan peresmian PUSPAGA di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Rabu (28/07/2021).

PUSPAGA tersebut didirikan di gedung wanita yang berlokasi di Desa Boroko Timur, Kabupaten Bolmut.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas P3AD Prov. Sulut dr. Kartika Devi Tanos, MARS, juga melaksanakan pengukuhan Forum Anak Daerah Kabupaten Bolmut dan membawakan materi terkait peningkatan kapasitas Forum Anak Daerah di lanjutkan dengan pemberian masker, handsanitizer dan diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi Stop Perkawinan Anak.

Dalam materinya, dr Devi menerangkan bahwa, populasi anak dengan usia 0-17 tahun di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 31 persen, sedangkan untuk Kabupaten Bolmut memiliki populasi anak sebesar 35 persen dari jumlah penduduk. Sehingga menurutnya, harus menjadi perhatian penting dari pemerintah agar pembangunan anak di Kabupaten Bolmut bisa dilakukan secara maksimal.

“Yang utama adalah hak anak ini harus dijamin semua pihak. Karena telah diamanatkan dalam Undang-Undang (UU). Saya berharap agar semua Hak Pemenuhan Anak bisa dimasukkan dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan daerah. Sehingga anak dan perempuan di Kabupaten Bolmut semakin terlindungi,” Jelas dr Devi.

Dikatakan dr Devi, Pemerintah Provinsi melalui Dinas P3AD mendukung penuh Kabupaten Bolmut untuk meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Pemerintah Pusat.

“Kalau Bolmut sudah berhasil meraih KLA tentu ini sangat membanggakan. Peran PUSPAGA dan Forum Anak Daerah (FAD) di Kabupaten Bolmut harus aktif. Agar angka-angka kekerasan anak bisa ditekan. Karena tidak bisa dipungkiri permasalahan anak di Sulut masih tinggi. Seperti angka perlawanan anak, dimana Sulut berada dalam rangking ke 11 se Indonesia. Tentu ini harus menjadi perhatian khusus,” Ujar dr Devi.

Untuk Kabupaten Bolmut sendiri menurut dr Devi dalam data, berada di posisi ketiga se-Sulut terkait angka pernikahan anak.

“Ini tentu termasuk tinggi. Saya ingin menyampaikan bahwa FAD dan Pemerintah Daerah harus kerja keras, agar angka perkawinan anak bisa ditekan. Karena akan banyak dampak yang diterima anak jika melakukan perkawinan usia dini. Mulai dari putus sekolah, mengganggu kesehatan perempuan, bisa menyebabkan generasi stunting serta KDRT. Karena itu pembangunan anak di daerah harus terus didorong,”Ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bolmut Drs. Depri Pontoh mengatakan bahwa, langkah dan upaya dalam perlindungan anak dan perempuan terus dilakukan Pemkab. Bahkan menurutnya, Pemkab meletakan pembangunan perempuan dan anak sebagai hal yang sangat penting dan strategis.

“Itu juga tertuang dalam RPJMD, di misi mewujudkan SDM berkualitas dan berbudaya. Arah kebijakan ini terus kita dorong dengan melibatkan perangkat daerah terkait yang sesuai dengan kondisi daerah,” jelasnya.

Menurut Bupati Bolmut, semua permasalahan disiapkan solusi terutama dalam upaya pemberantasan kekerasan perempuan dan anak.

“Sebagaimana amanat UU, semua anak harus mendapatkan perlindungan, beberapa kebijakan mulai dari membentuk berbagai wadah untuk menampung aspirasi anak serta melibatkan partisipasi anak dalam mendorong pembangunan daerah. Salah satunya dengan FAD di Kabupaten Bolmut. Ini adalah salah satu wujud dalam upaya perlindungan anak. Sehingga kita terus menjamin hak-hak anak di Kabupaten Bolmut bisa terus terjamin. Juga segala bentuk kekerasan kepada anak bisa kita antisipasi secara bersama.” Tutupnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP-PKK Ibu Dra. Hj. Ainun Pontoh Talibo, Sekda Bolmut  DR. Drs. Astripan Nani, M.Si dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Bolmut Ibu Fatmah Fitriana Nani. (*/JM)

Related posts