Kolonodale – PT. Stardust Estate Investment (PT. SEI) selaku kontraktor pelaksana kawasan industri PT. GNI di Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, menyatakan kesiapannya untuk segera membuka kanal Sungai Lampi.
Kepastian itu disampaikan pada pertemuan antara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morut Delfia Parenta, ST dengan pihak PT. SEI yang diwakili Yanto selaku kepala survei perusahaan itu.
Dalam pertemuan tersebut Yanto mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat perintah dari pimpinan PT. GNI untuk mensurvei sekaligus membuka Sungai Lampi yang kini tertutup rerumputan.
“Kami akan survei dulu sekaligus memetakan kondisi sungai agar mobilisasi alat berat tidak tertanam atau terhalangi,” jelas Yanto di kantor PT. SEI, Selasa lalu.
Delfia sendiri menemui pihak PT. SEI untuk menindaklanjuti pertemuan antara Bupati Morut Delis Julkarson Hehi dengan Mr. Jiang Chao mewakili owner PT. GNI Tony Zhou Yuan yang sempat membahas tentang kondisi Sungai Lampi yang selalu meluap.
Dalam pertemuan yang berlangsung 22 Februari 2022 di Rumah Jabatan Bupati Morut di Kolonodale, pihak PT. GNI menyatakan kesiapannya untuk membuka membersihkan sungai yang memanjang dari perumahan warga hingga di areal perusahaan tambang tersebut.
Menurut Delfia, kondisi sungai ini sudah lama dikeluhkan warga Bunta terutama yang berada di sekitar Sungai Lampi. Setiap musim hujan turun, sungai ini selalu meluap karena sudah terhalang lumpur dan rumput.
Akibatnya, kalau sungai itu sudah meluap otomatis menggenang areal persawahan dan perumahan warga setempat.
“Tidak ada cara lain kecuali mengangkat lumpur dan memperluas sungai itu,. Mudah-mudahan segera tertangani,” jelas Delfia. (*/Johnny)








