MINUT – Kantor Bupati Minut ternyata jorok dan kotor, bahkan jauh dari kesan sehat. Hal ini nampak saat Pjs Bupati Clay Dondokambey secara mendadak lakukan sidak kebersihan di tiap ruangan kantor tersebut, Sabtu (3/10/ 2020).
Terpantau, dalam giat pagi itu banyak aset-aset yang tak terawat serta arsip yang berserakan. Sehingga tidak layak disebut kantor.
Di era bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), semua orang di wajibkan agar bisa menjaga kebersihan dan mengikuti setiap protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.
Namun terkait dengan lingkungan kerja yang kotor dan jorok akan menimbulkan wabah penyakit lain bagi pegawai yang beraktivitas di gedung tersebut.
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
- Resmikan Museum Negeri Provinsi Sulut, Fadli Zon Puji Kepemimpinan Gubernur Yulius Peduli Dengan Budaya Daerah
Tempat bekerja yang seharusnya nyaman karena bersih dan rapih kini penuh sampah dan menjadi sarang tikus.

Menyikapi hal itu, Pjs Bupati Minut menginstruksikan kepada Sekda dan Kabag Umum, untuk kegiatan Jumat bersih akan dilakukan setiap Minggu pertama dan ketiga dengan berfokus pada lingkungan diluar kantor. Sedangkan lingkungan dalam kantor, kegiatan bersih-bersih juga wajib dilaksanakan setiap hari dan evaluasinya dilaksanakan setiap hari Jumat.
Selanjutnya Clay juga menekankan bahwa kebersihan adalah salah satu modal utama dalam melaksanakan tugas. Karena lingkungan yang kotor dan banyak sampah pasti disitu juga banyak tikus .
“Bagaimana bisa bekerja maksimal jika lingkungannya kotor nanti stafnya akan sakit, bukan kita sakit karena covid, melainkan sakit karena disentri akibat ruangan yang kotor hingga tikus akan bersarang disana”. Ujarnya. (T3)






