Perkuat Simbol NKRI, BI Kas Keliling Sasar Tujuh Pulau 3T

Bitung – Melaksanakan salah satu fungsinya sebagai Bank sirkulasi bertempat di Pelabuhan Satrotas Bitung, BI Kantor Perwakilan Sulut melakukan program tahunannya yaitu Menuju Batas Utara KRI Layanan Kas Keliling Bank Indonesia di 3 pulau Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T), yang tahun ini pulau pulau yang menjadi target program tersebut adalah Pulau Salibabu,Karoratan, Miangas, Mararo, Kawaluso, Kalama.

Didampingi Asop Lantamal VIII WS, Agustinus Djoko dan Lelkol CH. Rozhiqin di atas KRI Sultan Nuku, Deputy Kantor Perwakilan BI Sulut Haratua Pangabean mengatakan layanan kas keliling BI tahun ini berupa penukaran uang atau kas keliling, menarik uang uang yang tidak layak edar, edukasi penggunaan uang rupiah, bakti sosial berupa pelayanan kesehatan, pendidikan dan bantuan untuk rumah ibadah serta edukasi penggunaan uang rupiah. Selasa (07/10/2019).

“Uang adalah simbol kedaulatan sebuah negara disamping bendera, sebagaimana dalam UU Mata Uang NKRI yang digunakan adalah rupiah untuk kegiatan ekonomi”, tegas Haratua

Secara rinci Haratua juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil mapping berdasarkan kebutuhan masyarakat kepulauan yang dikunjungi untuk bertransaksi, BI menyiapkan uang sebanyak 1 milyar rupiah dalam bentuk uang pecahan 20.000, 10.000, 5000 hingga 1000 rupiah. Masyarakat juga bisa menukarkan uang yang sudah tidak layak edar dengan uang segar atau uang hasil cetak sempurna.

Sementara itu, Letkol laut CH Roziqin Komandan KRI Sultan Nuku mengatakan siap mengawal pelaksanaan kas keliling. Karena hal itu merupakan upaya menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut.

“Kita juga mendapat tugas  tambahan mendukung program pembangunan pemerintah yang akan kita laksanakan adalah pelayaran kas milik BI ke pulau-pulau terluar dan terdepan yang menyasar 7 pulau tujuh titik yang akan kita tuju,” katanya.

Untuk Kesiapan, ada dua hal yang dilakukan. “Kita jaga, yakni kekuatan alutsista dan maintenance setiap saat supaya selalu siap operasi pada saat kapan pun di mana pun demikian juga pengawak yang sangat penting dalam jalankan misi. Pengawak yang profesional yang selalu menjaga semangat dan stamina harapannya selalu siap mengawaki yaitu alutsista dan KRI supaya selamat mendukung tugas pokok yaitu kas keliling,” bebernya.

Dia menyebut ada 50 personel awak kapal. Baik itu perwira maupun tamtama. Di mana kegiatan layanan kas keliling ini ada tambahan pihak BI sebanyak 15 orang dan Lantamal 8 orang, yang mendukung kegiatan baksos dan layanan kesehatan yang totalnya ada 21 orang. (Arum).

Related posts

Leave a Comment