Minut-Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dimaknai Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara sebagai momentum memperkuat harmoni dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin W. Lotulung menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Nyepi, Kamis (19/3/2026), sekaligus mengajak masyarakat menjadikan hari suci tersebut sebagai ruang refleksi untuk membangun kehidupan yang lebih damai dan penuh toleransi.
Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa Nyepi bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menata kembali kehidupan dengan semangat kebersamaan dan keseimbangan dengan alam.
“Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Semoga melalui Catur Brata Penyepian kita semua dapat menemukan ketenangan, membersihkan diri dari segala hal negatif, serta memperkuat harmoni dengan sesama dan alam semesta,” ujar Joune.
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
- Resmikan Museum Negeri Provinsi Sulut, Fadli Zon Puji Kepemimpinan Gubernur Yulius Peduli Dengan Budaya Daerah
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi relevan bagi seluruh masyarakat Minahasa Utara, terutama dalam menjaga kehidupan sosial yang rukun di tengah keberagaman budaya dan agama.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nyepi sebagai titik awal memperkuat komitmen hidup damai serta membangun daerah dengan semangat toleransi.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk membangun kehidupan yang lebih damai, penuh toleransi, serta mempererat kebersamaan di Bumi Klabat tercinta,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kevin W. Lotulung menekankan pentingnya makna keheningan dalam Nyepi sebagai kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan refleksi diri.
“Selamat Hari Raya Nyepi 2026, Tahun Baru Saka 1948. Mari kita temukan kedamaian dalam hening dan kesucian dalam diri,” ungkap Lotulung.
Ucapan dari kedua pimpinan daerah tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam merawat kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat semangat hidup harmonis dalam keberagaman yang menjadi kekuatan masyarakat Minahasa Utara. (T3/*)








